Rabu, 17 Jun 2026 08:54 WIB

Korban Mutilasi asal Blitar Dimakamkan, Ini Harapan Orang Tua

Suasana pemakaman korban mutilasi di Ngawi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Suasana pemakaman korban mutilasi di Ngawi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jenazah Uswatun Khasanah (29) korban mutilasi yang ditemukan dalam koper di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kecamatan Ngawi, telah dimakamkan.

Korban dimakamkan di Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Keluarga korban mendesak kepada penegak hukum agar pelaku secepatnya ditangkap. Mereka menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya ke pihak berwajib.

Jenazah tiba di rumah orang tuanya Jumat (24/1/2025) sekitar pukul 19.00 WIB dengan diangkut menggunakan mobil ambulans dari Ngawi.

Sesampainya di rumah duka, jenazah disemayamkan dan disalatkan.

Pemakaman dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB, dengan sejumlah warga turut hadir untuk melayat.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Bapak korban, Nur Khalim meminta penegak hukum untuk dapat menangkap pelaku pembunuhan anaknya dengan cepat. Pihak keluarga sangat sedih dengan kondisi kematian yang dialami korban. Mereka tidak menyangka korban meninggal dengan kondisi tersebut.

"Saya tidak tahu punya musuh atau tidak. Yang jelas ketika pulang memberi makan saya, anaknya, ke mbahnya," ujarnya, Jumat malam (24/1/2025).

Sementara itu, Camat Garum Arinal Huda menambahkan perjalanan dari Ngawi hingga rumah duka memakan waktu selama 3 jam. Saat datang jenazah sudah dimasukkan dalam peti.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Warga kemudian memakamkan korban di alamat ibu kandungnya. Selama ini korban tinggal bersama neneknya di Desa Bence.

"Info yang kami terima, korban bekerja di luar kota, tepatnya di Tulungagung, dan hampir setiap minggu pulang ke Blitar." pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.