Jumat, 19 Jun 2026 07:56 WIB

Buntut Penyerangan Polsek Watulimo, Pemkab Trenggalek Ancam Bekukan Kegiatan Pencak Silat

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Trenggalek tengah mengkaji insiden perusakan Polsek Watulimo, yang dilakukan masa sebuah perguruan pencak silat, pada Senin (20/1/2025) malam. Pihaknya mengancam akan melakukan pembekuan terhadap kegiatan pencak silat jika tidak ada perbaikan dari perguruan.

Untuk diketahui, akibat penyerangan ini sejumlah fasilitas di Polsek Watulimo mengalami kerusakan. Sebanyak tiga anggota polisi mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan pasca kejadian tersebut pihaknya melakukan kajian untuk membekukan sementara kegiatan pencak silat. Selama tidak ada perbaikan dan komitmen dari perguruan pencak silat di Trenggalek, maka pemerintah akan mengambil tindakan tegas.

“Seharusnya perguruan pencak silat melakukan penggemblengan berakhlak dan berkarakter sebagai pendekar. Jika memang ada ketegangan bisa diselesaikan secara kesatria," ujarnya, Kamis (23/1/2025).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Menurut Mas Ipin, jika sudah melakukan aksi perusakan aset pemerintah dan membahayakan nyawa orang lain, maka sudah seharusnya dilakukan tindakan tegas. Selama ini hukum juga dinilai sudah berjalan sesuai dengan peraturan.

“Saya rasa hukum sudah berjalan. Tinggal dari sisi pemerintahan, apakah izin kegiatan kami bekukan sementara atau seperti apa," tegasnya.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

Sebelumnya, pada Senin (20/1/2025) malam, ratusan masa perguruan pencak silat mendatangi Polsek Watulimo Trenggalek. Mereka meminta polisi membebaskan anggota mereka yang ditangkap karena kasus penganiayaan.

Mereka mulai melakukan aksi anarkis dengan melempari batu. Akibatnya, sejumlah kaca, genting dan pagar Polsek Watulimo rusak. Bahkan, tiga anggota polisi mengalami luka akibat terkena lemparan batu. Hingga saat ini polisi tengah memburu pelaku perusakan.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.