Senin, 15 Jun 2026 22:26 WIB

22 Guru di Jember Lolos PPPK Ternyata Dibatalkan, Lho Kok?

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 23 Jan 2025 08:05 WIB
Pengurus PGRI Jember dan 22 guru yang dibatalkan lolos datangi Kantor DPRD (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Pengurus PGRI Jember dan 22 guru yang dibatalkan lolos datangi Kantor DPRD (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - 22 Guru sudah dinyatakan lolos menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun keberhasilan mereka lolos seleksi ternyata dibatalkan.

Puluhan guru tersebut dinilai menjadi korban kebijakan. Didampingi pengurus PGRI Jember, mereka mendatangi kantor DPRD Jember. Namun sayang, para anggota DPRD sedang keluar kota.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

"22 GTT, menurut saya, menjadi korban kebijakan, karena mereka pada 7 Januari di web Panselda (Panitia Seleksi Daerah) dinyatakan lolos PPPK," kata Ketua PGRI Jember, Supriyono kepada sejumlah wartawan, Rabu (22/1/2025).

Diceritakannya, puluhan guru yang dinyatakan lolos ini, sebelumnya diminta untuk melengkapi pemberkasan. Tanpa pengawalan, seluruh ASN yang dinyatakan lolos menyiapkan berkas yang dibutuhkan untuk kepentingan ASN PPPK.

"Sebelum 18 Januari 2025 itu, ada edaran bupati nomor sekian, yang isinya tentang perubahan status kriteria dari eks THK2 itu, ada perubahan status. Artinya, dari tidak lulus menjadi lulus, itupun setelah diumumkan," jelasnya.

"Kita tidak ada masalah tentang K2 diluluskan, memang itu Panselnas meminta guru K2 secara otomatis lulus. Tetapi, di Jember saya menduga mungkin kelalaian panitia. Mestinya kalau sudah dinyatakan lolos, K2 jangan ikut tes, langsung saja diformasikan dan baru sisanya yang tes," ucapnya kesal.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

Tetapi yang terjadi, puluhan guru ini ikut tes dan dinyatakan tidak diloloskan.

"Ini yang akan kita minta keadilan, apakah benar seperti itu. Karena di luar Jember, tidak ada kasus seperti ini," ujar Supri.

Ia berharap ada kebijakan yang membantu puluhan guru yang dinyatakan lolos tapi dibatalkan.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

"Apapun kita advokasi, sampai ke nasional hingga mendapatkan keadilan," tegasnya.

Sedangkan, salah satu guru, Nurlaila Mukaromah menyampaikan, informasinya untuk K2 diloloskan secara otomatis, akan tetapi tidak terbaca oleh sistem.

"Maka kebijakan merugikan kita, karena 10 hari kita dinyatakan lolos, artinya kita sudah mengurusi semua berkas. Di situ tiba-tiba saja ada pemberitahuan bahwa kita tergeser, oleh pihak K2 yang tidak terbaca," terangnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.