Minggu, 14 Jun 2026 14:22 WIB

Kepsek Non-Muslim di Jember Bangun Musala Sekolah, Ini Kisahnya

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 22 Jan 2025 08:02 WIB
Kepsek Yuliana Candra Setiawan bersama staf pengajar SDN Wonoasri 02 Tempurejo Jember (Foto: Chris for jatimnow.com)
Kepsek Yuliana Candra Setiawan bersama staf pengajar SDN Wonoasri 02 Tempurejo Jember (Foto: Chris for jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang kepala sekolah (kepsek) non-muslim di Jember membangun musala di lingkungan sekolah yang dipimpinnya.

Kepsek non-muslim bernama Yuliana Candra Setiawan, menjadi pimpinan di SDN Wonoasri 02 di Kecamatan Tempurejo Jember sejak dua bulan yang lalu.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Kepsek mengaku tergugah ketika melihat murid dan guru salat beralaskan banner bekas di ruang perpustakaan.

"Pemandangan salat itu mengetuk nurani saya. Ada kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi, sesuatu yang lebih dari sekadar rutinitas sekolah. Tempat ibadah yang layak untuk semua warga sekolah," ungkap Yuliana, Selasa (21/1/2025).

Ia dinilai sebagai sosok kepala sekolah yang mencerminkan pemimpin yang visioner, yang tidak hanya menjalankan kurikulum dan memastikan keberhasilan akademik siswa, namun juga penggagas berdirinya musala di sekolah tersebut.

Yuliana mengajak para guru dan komite sekolah untuk merancang kelas tak terpakai dan nyaris ambruk, menjadi musala. Dengan dukungan sosialisasi di media sosial dan teman-temannya, mereka mulai mendirikan musala.

Bantuan pun mulai berdatangan. Tidak hanya dari warga sekitar, tetapi juga dari teman-temannya di luar kota Jember.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Musala SDN Wonoasri 02 Tempurejo Jember. (Foto: Chris for jatimnow.com)Musala SDN Wonoasri 02 Tempurejo Jember. (Foto: Chris for jatimnow.com)

Material bangunan seperti genteng, kayu, semen, hingga plafon pun mengalir ke sekolah. Semua ini diiringi semangat gotong-royong yang luar biasa dari masyarakat, guru dan bahkan pihak pemerintahan desa.

Kepedulian Yuliana melampaui batas agama dan budaya, menjadikan mushala ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi simbol kerukunan, persatuan dan kepedulian.

Perempuan yang tinggal di Desa Tempurejo ini menyadari pentingnya membangun lingkungan sekolah yang memberikan ruang untuk perkembangan spiritual dan emosional.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Dalam waktu singkat, beliau tidak hanya menjadi pemimpin, tetapi juga penggerak yang mampu memotivasi komunitas untuk bersatu dalam tujuan mulia.

Yuliana menjadi simbol dari harapan, kerja keras, dan kepemimpinan yang tulus. Kisah ini mengingatkan semuanya, pendidikan yang bermakna tidak hanya dibangun dengan kurikulum, tetapi juga dengan hati yang peduli.

Tepat pada hari Senin (20/1/2025) kemarin, pihak sekolah meresmikan dan mengadakan tasyakuran musala tersebut dan mengundang pihak terkait.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.