Minggu, 14 Jun 2026 08:26 WIB

Mengenal Pematung Shio Ular di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

  • Penulis :
  • | Selasa, 21 Jan 2025 09:34 WIB
Abah Janjang dengan patung karyanya. (Foto: Humas Pemkab Tuban for jatimnow.com)
Abah Janjang dengan patung karyanya. (Foto: Humas Pemkab Tuban for jatimnow.com)

jatimnow.com - Jelang perayaan Tahun Baru Imlek, Klenteng Kwan Sing Bio berbenah memperbarui berbagai ornamen yang ditampilkan. Di antaranya patung shio ular kayu yang diletakkan di pelataran klenteng.

Patung shio ular kayu yang menjadi ikon Imlek 2025 Masehi atau 2576 kalender Kongzili ini adalah buah karya seniman asal Tuban bernama Janjang Berdikari.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Laporkan Dugaan Hilangnya Aset Budaya ke Polisi

Pematung ini memang telah menjadi langganan klenteng setempat pada setiap Tahun Baru Imlek.

"Sejak tahun 1989 hingga saat ini," ucap Janjang, seperti dilansir laman Pemkab Tuban, Selasa (21/1/2025).

Untuk tahun ini, papar Janjang, temanya shio ular kayu. Ia membuat patung shio ini sepanjang 6-7 meter an dikerjakan selama 2 bulan.

Abah Janjang, sapaan akrabnya, selain mengerjakan display patung ular kayu, juga mengerjakan background bertuliskan aksara China yang memiliki makna panjang umur, banyak rezeki.

Baca Juga: Polemik DKS Memanas, Seniman Surabaya Turun ke Jalan

"Selain itu juga puluhan lampion, tangkai kayu untuk menghiasi agar bagus dan indah saat digunakan untuk selfie," tambah seniman asal Bejagung, Semanding itu.

Selain patung ular kayu ini, karya Janjang di klenteng itu adalah patung kepiting 1994, dan cerita komik Kwan Kong di tembok halaman parkir klenteng.

"Ikon patung 9 kuda di perempatan Sleko itu juga karya saya pada 2021," sebut pematung yang mengawali karir sejak 1986 itu.

Baca Juga: Seniman Surabaya Besok Gelar Aksi Besar, Protes Pengusiran DKS dari Balai Pemuda

Bukan hanya itu, kiprah seniman Abah Janjang sebagai pematung juga telah mendapatkan tawaran membuat patung Gajah Mada di Sleman setinggi 24 meter, mulai tahun lalu.

Alumnus Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya jurusan seni rupa itu mengaku tidak menemukan kesulitan saat mengerjakan patung. Baginya, kesulitan adalah tantangan.

Pria kelahiran 1965 itu mengaku, selain karya patung klenteng, masih banyak karya patungnya di dalam dan di luar wilayah Tuban, seperti patung kilin (singa) 10 meter, Dewa Wisnu 10 meter dan beberapa patung lainnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.