Jumat, 19 Jun 2026 03:27 WIB

Harga LPG 3 Kg Naik, Disperdagkum Ponorogo Tambah Jumlah Pangkalan

Disperdagkum saat cek pangkalan di Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Disperdagkum saat cek pangkalan di Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kg resmi naik mulai Rabu (15/1/2025), sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/801/KPTS/013/2024. Meski mengalami kenaikan, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo menambah jumlah pangkalan agar LPG makin mudah diakses warga. 

Sebelum penyesuaian harga, Disperdagkum telah melakukan sosialisasi dengan melibatkan pihak-pihak terkait, seperti Pertamina, Hiswana Migas, dan para agen LPG di Ponorogo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Kami berupaya untuk mendekatkan akses LPG 3 Kg ke masyarakat, salah satunya dengan menambah jumlah pangkalan. Ini agar distribusi lebih merata dan lebih mudah dijangkau,” ungkap Kepala Disperdagkum Ponorogo, Ringga Dwi Heri Irawan, Jumat (17/1/2025).

Sementara untuk ketersediaan stok, Ringga memastikan tetap aman.

“Insya Allah stok aman. Hal ini bisa dicek langsung di pangkalan LPG di Ponorogo,” ungkap Ringga.

Menurut Ringga, harga gas LPG 3 Kg yang semula Rp16.000 per tabung kini menjadi Rp18.000 per tabung. Kenaikan tersebut sudah mulai diterapkan pada hari Rabu lalu sesuai SK gubernur.

 

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Suharti, salah satu pemilik pangkalan LPG 3 Kg di Jalan Ahmad Yani, mengonfirmasi bahwa stok di pangkalannya tetap tersedia.

“Harga baru sudah berlaku, dari Rp16.000 menjadi Rp18.000 per tabung. Stok aman, dan pengiriman dari agen tidak berkurang,” ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa pembelian langsung di pangkalan dikenakan harga sesuai HET, sedangkan pembeli yang meminta layanan antar dikenakan tambahan biaya jasa kirim.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Meski harga mengalami kenaikan, Suharti menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada keresahan atau keluhan dari masyarakat.

“Karena ini baru ya, jadi belum tahu bagaimana respon selanjutnya. Tapi sejauh ini aman,” tambahnya.

Dalam sehari, pangkalan Suharti biasanya menjual 60-80 tabung, dengan stok habis dalam satu hingga dua hari.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.