Kamis, 18 Jun 2026 01:59 WIB

Belasan Ribu Pelanggan PUDAM Bangkalan 2 Hari Tak Teraliri Air Bersih

Dirut PUDAM Bangkalan, Sjobirin Hasan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Dirut PUDAM Bangkalan, Sjobirin Hasan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Belasan ribu pelanggan di Kecamatan/Kabupaten Bangkalan hingga kini belum teraliri air bersih. Pasalnya, mesin pompa air masih belum bisa dioperasikan akibat terendam banjir.

Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Bangkalan, Sjobirin Hasan mengatakan jumlah total pelanggannya yakni sebanyak 26 ribu. Dari jumlah itu, sekitar 12 ribu pelanggan tak teraliri air.

Baca Juga: Tiar Karbala Resmikan Sumur Air Bersih untuk Korban Banjir Aceh

"Kalau yang terdampak sekitar 11 ribu sampai 12 ribu pelanggan. Itupun yang di wilayah perkotaan," ujarnya, Kamis (16/1/2025).

Ia mengatakan, pelanggan di wilayah lain tercover oleh sumber air di berbagai tempat. Sehingga tidak terfokus pada mata air di Sumber Pocong.

"Kalau yang di Junok sebagian ada yang teraliri karena ada sumber lain. Lalu di stadion itu juga ada pompa air dan di Bancaran juga ada," ungkap Sjabirin.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

Ia mengatakan, diperkiran pompa air akan bisa kembali digunakan Kamis malam. Sebab, saat ini masih dalam proses pengeringan.

"Insya Allah nanti malam sudah bisa digunakan lagi. Saat ini masih pengeringan. Untuk banjir sudah surut dan kami sudah melakukan pembersihan di lokasi mesin pompa," imbuhnya.

Sjobirin juga mengaku telah memberikan air bersih pada pelanggan terdampak menggunakan tangki. Meski begitu, ia meminta pelanggannya bisa berhemat air.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

"Kami dropping air supaya pelanggan memiliki persediaan air di rumahnya. Namun kami juga meminta supaya dihemat," pungkas Sjobirin.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.