Rabu, 17 Jun 2026 13:46 WIB

5 Fakta Kasus Pembunuhan Sadis Pelajar di Warung Lamongan

Proses evakuasi mayat membusuk di warkop Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Proses evakuasi mayat membusuk di warkop Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah fakta mencengangkan terkuak di balik terbongkarnya kasus pembunuhan sadis mayat membusuk di warung kopi (warkop) Perumahan Made Great, Lamongan. 

1. Korban dan Pelaku Teman Sekolah

Dari hasil penyelidikan, polisi menyebut pelaku dan korban adalah teman sekolah. Keduanya adalah pelajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Lamongan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Korban adalah VPR (16) warga Desa Banjarejo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan. Sementara pelaku AI (16) adalah warga Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan, tidak jauh dari TKP.

2. TKP Warkop Terbengkalai

Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan adalah warkop di kanan jalan pintu masuk Perumahan Made Great Recident yang sudah 1 bulan terbengkalai atau tutup. Warkop tersebut disewa Zamroni (28) warga setempat.

Aksi pembunuhan dilakukan AI pada Jumat (10/1/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.

3. Motif Cinta Ditolak

Polisi membeberkan bahwa motif utama pembunuhan tersebut adalah percintaan remaja. Karena sakit hati, cinta pelaku ditolak korban menjadi awal mula aksi sadis pembunuhan terjadi.

Baca Juga: Bising dan Bikin Resah, 21 Motor Berknalpot Brong Terjaring Patroli di Babat Lamongan

Pelaku murka karena korban mengaku sudah punya pacar dan menolak mentah-mentah cinta yang diutarakan pelaku.

4. Pembunuhan Berencana

Pembunuhan VPR rupanya telah direncanakan sebelumnya oleh pelaku. Sebelum melakukan eksekusi, pelaku AI menceritakan rencananya tersebut ke teman sekolahnya.

Polisi menyebut, bahwa di hari Jumat (10/1/2025) ia akan mengutarakan cintanya ke korban, namun apabila ditolak, korban VPR akan langsung dihabisi.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

5. Korban Meninggal Dianiaya

Dari fakta yang dibeberkan pihak kepolisian, dari hasil visum dan outopsi menunjukan bahwa korban meninggal karena dianiaya secara sadis.

Pelaku mengaku melakukan tindakan keji dengan cara memukul berkali-kali perut dan mata korban dan membekap dengan kerudung korban. 

Bahkan pelaku juga membenturkan kepala korban ke tembok hingga bocor.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.