Sabtu, 20 Jun 2026 15:30 WIB

Cinta Ditolak jadi Motif Pembunuhan Sadis Pelajar di Warung Lamongan

Konfrensi pers pembunuhan mayat membusuk di warkop Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Konfrensi pers pembunuhan mayat membusuk di warkop Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polisi menyebut motif pembunuhan mayat membusuk di warkop Perumahan Made Geat Lamongan adalah percintaan remaja.

Bermula dari pelaku yang merasa sakit hati karena cintanya ditolak oleh korban, pelaku AI (16) nekat mengakhiri hidup VPR yang merupakan teman sekolahnya sendiri.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Riski Akbar Kurniadi mengungkapkan, pelaku sudah merencanakan pembunuhan, bahkan sempat menceritakan niatnya ke teman sekolahnya.

"Motifnya cinta pelaku ini ditolak, dengan alasan korban sudah mempunyai pacar. Karena sakit hati, pelaku langsung mengeksekusi korban," ungkap AKP Riski, Kamis (16/5/2025).

Aksi nekat AI ini juga telah diceritakan oleh pelaku ke teman-temanya bahwa apabila cintanya ditolak, pelaku akan membunuh korban.

"Niat tersebut sudah direncanakan oleh pelaku," bebernya.

Baca Juga: Bising dan Bikin Resah, 21 Motor Berknalpot Brong Terjaring Patroli di Babat Lamongan

Kronologi kejadian, korban dijemput oleh pelaku di rumahnya Desa Banjarejo, Kecamatan Sukodadi pada Jumat (10/1/2025) menggunakan motor Suzuki Shogun bernopol S 4675 KQ.

Korban diajak ke TKP, tepatnya di warkop kosong Perunahan Made Great untuk dieksekusi yang merupakan tidak jauh dari rumah pelaku.

"Karena cintanya ditolak, pelaku langsung melampiaskan amarahnya dengan memukul perut dan mata kanan korban. Setelah itu, korban berdiri dan kepalanya dibenturkan ke tembok hingga bocor, kerudung korban digunakan untuk membekap korban," ungkapnya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Sehari setelahnya, Polsek Sukodadi menerima laporan orang hilang yang tak lain adalah korban VPR.

"Korban meninggal, dan baru ditemukan sepekan setelah kejadian, tepatnya Rabu (15/1/2025) kemarin," urainya.

Diberitakan sebelumnya, warga Perumahan Made Great, Desa Made, Kecamatan Lamongan digemparkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di sebuah warung kopi. Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Ahmad Zamroni (28), warga setempat yang tidak lain adalah pemyewa warung tersebut.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.