Jumat, 19 Jun 2026 00:53 WIB

Puluhan Warga Geruduk Balai Desa Badegan Ponorogo, Tuntut Pemecatan Kasun

Warga menggelar aksi di Balai Desa Badegan menuntut pemecatan Kasun. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Warga menggelar aksi di Balai Desa Badegan menuntut pemecatan Kasun. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Puluhan warga Desa Badegan, Kabupaten Ponorogo, mendatangi balai desa untuk menyampaikan tuntutan, Selasa (14/1/2025).

Aksi ini dilakukan sebagai buntut dari dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh Kepala Dusun (Kasun) Kroyo berinisial WW terkait program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2023.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Para warga berkumpul di balai desa di Jalan Raya Ponorogo-Wonogiri dengan membawa poster berisi kritik dan protes. Beberapa poster bertuliskan "Usut Tuntas Oknum Penyalahgunaan PTSL 2023 di Dukuh Kroyo Badegan” serta “Kami Menuntut Kepala Desa Untuk Memberhentikan Sesuai Perbup No 76 Tahun 2024 Pasal 58”.

Tidak hanya itu, poster lain juga menuliskan sindiran seperti “Dasare Ra Duwe Isin Betah Isin” (Memang Tidak Punya Malu Tahan Malu), “Muelekk Kakean Drama” (Berbelit-belit Kebanyakan Drama), hingga “Tampilannya Bersih Tingkahnya Kotor”

Koordinator aksi, Kiki Winarno, menjelaskan bahwa aksi ini dilakukan karena warga sudah bosan dengan janji-janji yang tidak terealisasi.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Sudah tujuh bulan kami menunggu, tetapi Kasun WW tidak juga diberhentikan. Warga ingin ada tindakan tegas,” ujar Kiki.

Menurut Kiki, meskipun dugaan pungli yang dilakukan WW tidak melibatkan nominal uang yang cukup besar, namun proses yang berbelit-belit menjadi alasan warga melancarkan protes.

“Tuntutan kami sederhana, permintaan maaf secara resmi, teguran tertulis, dan yang paling utama, Kasun WW harus mundur sesuai Perbup Nomor 76 Tahun 2024,” tegasnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Menanggapi aksi warga, Kepala Desa Badegan, Didik Suyanto, menyatakan bahwa pihaknya masih memproses tuntutan tersebut.

“Kami akan mengikuti peraturan desa dalam menentukan langkah selanjutnya. Saat ini, kami tengah menelaah pasal-pasal yang relevan terkait pemberhentian perangkat desa,” jelas Didik.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.