Selasa, 16 Jun 2026 00:27 WIB

Pasien Demam Berdarah di RSUA Ponorogo Meningkat Tajam

Pasien demam berdarah sedang mendapat perawatan. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Pasien demam berdarah sedang mendapat perawatan. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jumlah pasien demam berdarah (DB) di Rumah Sakit Umum Aisyiyah (RSUA) Ponorogo mengalami lonjakan signifikan sejak akhir 2024. Berdasarkan data yang dihimpun, kasus DB mulai meningkat sejak November 2024.

Humas RSUA Ponorogo, Muhammad Arbain, menjelaskan bahwa pada November 2024 terdapat 72 pasien yang dirawat akibat DB. Angka ini melonjak drastis pada Desember 2024, dengan jumlah pasien mencapai 187 orang.

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

"Hingga 13 Januari 2025, ada 28 pasien dewasa dan 6 pasien anak-anak yang masih dirawat," ujar Arbain pada Selasa (14/1/2025).

Arbain juga menambahkan bahwa rata-rata pasien yang dirawat dalam dua pekan terakhir mencapai 30-35 orang per hari.

"Setiap kali ada pasien yang sembuh dan keluar, selalu ada pasien baru yang masuk," kata Arbain.

Menurutnya, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

Pasien yang dirawat di RSUA Ponorogo terbagi dalam dua jenis: Dengue Fever (DF) dan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Sampai saat ini, belum ada kasus yang berkembang menjadi Dengue Shock Syndrome (DSS).

"Rata-rata pasien dirawat selama tiga hingga empat hari, sesuai dengan fase penyakit DB," tambah Arbain.

Salah satu orang tua pasien, Oka Saraswati, menceritakan pengalamannya merawat anaknya yang berusia tujuh tahun karena terjangkit DB.

Baca Juga: Antisipasi Peningkatan DBD di Musim Hujan, Pemkot Kediri Gelar Rakor Lintas Sektor

"Awalnya anak saya demam dan pusing. Setelah diperiksa, trombositnya turun hingga 41 ribu, sehingga harus dirawat inap," kata Oka.

Arbain mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) guna mencegah penularan demam berdarah.

Dengan curah hujan yang masih tinggi, Arbain mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab demam berdarah.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.