Kamis, 18 Jun 2026 06:00 WIB

Banyak TPA Ditutup, DPRD Bangkalan Minta DLH Cari Pembuangan Sampah Alternatif

Tumpukan sampah di TPA Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Tumpukan sampah di TPA Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pengelolaan sampah di Bangkalan hingga saat ini menjadi salah satu masalah utama. Hal itu menjadi sorotan DPRD Bangkalan.

Ketua Komisi III, Reza Teguh Wibowo, mengatakan, keberadaan lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) di desa yang kerap ditutup oleh pemangku desa karena kontraknya sudah selesai menjadi salah satu penyebab buruknya pengelolaan sampah di Bangkalan.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

Ia meminta agar DLH segera mencari lokasi alternatif, seperti yang baru ditemukan di kawasan Bandeng Dejeh, Tanjung Bumi.

"Masalah utamanya yaitu kekurangan armada pengangkut sampah, rendahnya honor petugas kebersihan yang jauh di bawah UMR Bangkalan, serta minimnya tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan rumah daur ulang (RDU) di setiap kelurahan,” ujarnya, Jumat (10/1/2025).

Menurutnya, hal itu perlu segera diatasi agar TPST di Bangkalan bisa mengoptimalkan kapasitas hingga 100 ton per hari. Selain itu, perlu adanya terobosan dalam pengelolaan sampah di Bangkalan.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

"Perlu juga melakukan kerja sama dengan pihak lain, seperti PT Semen Gresik, serta belajar dari keberhasilan pengelolaan sampah di Surabaya," imbuhnya.

Ia meminta agar OPD lebih kreatif dan inovatif sehingga alokasi dana mampu mencukupi dan mendukung pengelolaan sampah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Bangkalan, Yudistira Ardi Nugroho, menjelaskan bahwa target pengelolaan sampah sebesar 225 ton per bulan hampir tercapai, dengan realisasi saat ini sebesar 220 ton.

Baca Juga: Khofifah Puji Inovasi Farmasi Robotik RSUD Syamrabu Bangkalan

Optimalisasi dilakukan melalui pengolahan sampah di rumah daur ulang (RDU) dan TPST, yang hasilnya akan menjadi sumber pendapatan daerah melalui mekanisme bagi hasil dengan perusahaan mitra.

“Kami terus berupaya agar sampah dapat masuk ke TPST dan menghasilkan nilai ekonomi yang tertuang dalam perjanjian dengan perusahaan. Ini menjadi langkah untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.