Tekan Lonjakan PMK, Petugas Semprot Disinfektan di Pasar Hewan Tulungagung
- Penulis : Bramanta Pamungkas
- | Jumat, 10 Jan 2025 14:10 WIB
jatimnow.com - Petugas gabungan melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Hewan Terpadu (PHT) Tulungagung.
Mereka menyemprot cairan disinfektan secara merata, mulai dari tempat penjualan hewan hingga bagian pedagang makanan.
Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung
Penyemprotan tersebut dilakukan untuk menekan dan mencegah penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tulungagung, Tutus Sumaryani mengatakan penyemprotan ini juga dilakukan di seluruh pasar hewan.
Sebelumnya, pihak Pemkab telah menutup pasar hewan selama 15 hari. Hal tersebut dilakukan guna memutus rantai penyebaran PMK yang jumlahnya terus bertambah.
"Penyemprotan dilakukan oleh dinas peternakan, disperindag, BPBD, TNI dan Polri untuk pelaksanaan di pasar hewan di wilayah dilakukan oleh koordinator pasar dan puskeswan setempat," ujarnya, Jumat (10/01/2024).
Penyemprotan disinfektan ini secara rutin dilakukan oleh petugas. Harapannya, saat pasar mulai beroperasi kondisinya sudah steril dari virus PMK.
Baca Juga: Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan
Upaya penyemprotan ini dinilai cukup efektif untuk menekan kasus PMK. Dari hasil pendataan yang dilakukan oleh petugas, rata-rata sapi yang terkena PMK baru didatangkan pemilik dari pasar hewan.
Sapi tersebbut terkena virus dari pasar hewan dan menulai
Tutus menambahkan, saat ini total sapi yang terjangkit PMK di Tulungagung mencapai 86 ekor.
Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber
Sedangkan hewan ternak yang mati mencapai 9 ekor. Dari jumlah ini, sebanyak 6 ekor dipotong paksa.
Rata-rata hewan ternak yang terjangkit PMK adalah sapi. Sedangkan selama ini Disnakeswan Tulungagung belum menemukan kambing atau babi yang terjangkit.
"Untuk kambing, lalu lintas perdagangan hanya di tingkat lokal saja, mayoritas ternak yang terkena PMK adalah ternak yang baru dibeli di pasar," pungkasnya.
Editor : Endang Pergiwati