Rabu, 17 Jun 2026 19:43 WIB

Jember Raih UHC Award, DPRD Sebut Hanya Formalitas karena BPJS Tak Terbayar

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 08 Jan 2025 11:44 WIB
Anggota Komisi D DPRD Jember, Mufid saat dikonfirmasi wartawan (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Anggota Komisi D DPRD Jember, Mufid saat dikonfirmasi wartawan (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Jember sempat meraih award atau penghargaan Universal Health Coverege (UHC) dari Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin di Jakarta, pada tanggal 8 Agustus 2024 lalu, karena mampu mendaftar kepesertaan BPJS Kesehatan hingga 98 persen.

Namun ternyata fakta berbeda. Dari 300 ribu jiwa yang didaftarkan Pemerintah Kabupaten Jember, tidak semuanya terbayarkan atau belum menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Anggota Komisi D DPRD Jember, Mufid menyayangkan perihal ini. Data yang diserahkan terkait Award ini seharusnya sesuai dengan apa yang ada.

Awalnya, Mufid mengaku merasa bangga, Pemkab Jember mendapat penghargaan dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat itu.

"Jadi dengan penghargaan yang didapat, kalau saya gambarkan dengan film India, penonton tepuk tengan, ternyata di balik cerita itu hanya omdo (omong doang)," ungkapnya, Selasa (7/1/2025).

Menurutnya, ratusan masyarakat peserta BPJS yang dimasukkan dalam daftar Pemkab Jember ternyata hanya didaftarkan, tapi tidak terbayarkan.

"Kami cukup bangga, artinya Jember memperoleh penghargaan. Namun demikian, setelah hearing dengan BPJS ternyata kenyataannya tidak seperti itu. Kosong," bebernya.

"Ternyata di bulan Mei, ada pendaftaran besar-besaran mencapai 300 ribu, yang kemudian tidak terbayar. Kalau tidak salah 198 ribu, tapi hanya sebagai formalitas. Itu bukan jawaban kami, tapi jawaban BPJS kesehatan tadi," lanjutnya.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

Maka dari itu, Politisi PKB menyayangkan raihan award yang ternyata mengelabui masyarakat ini.

"Untuk apa penghargaan, tapi faktanya rusak seperti itu. Mudah-mudahan ke depan tidak terjadi seperti itu. Tidak hanya mengejar penghargaan, tapi tidak sesuai harapan masyarakat Jember," harapnya.

Mufid mengatakan, kalau memang mau membuat drama menjalani Pilkada, mestinya endingnya (berakhir) dengan bahagia, bintang filmnya mendapat tepuk tangan.

"Karena perjuangannya sudah sukses, dalam hal ini terkait JKN, kesehatan, betul-betul dirasakan masyarakat banyak," ucapnya.

Baca Juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

"Tidak kemudian penghargaan didapat, tapi masyarakat faktanya hari ini belum bisa mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal," tambahnya.

Menurutnya, peserta BPJS yang didaftarkan Pemkab Jember mulai bulan Mei 2024 sudah tidak terbayar, karena mengejar satu lembar kertas, yakni berupa penghargaan.

"Masyarakat (peserta BPJS) ditanggung pemerintah tapi kenyataan tidak terbayar. Kenyataan kepesertaan harus dipertanyakan," tegasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.