Sabtu, 20 Jun 2026 10:43 WIB

BNNK Tulungagung Rilis Film Kisah Nyata Pecandu Narkoba

Para pemeran dan sutradara film kisah nyata berjudul Langkah yang Tertunda
Para pemeran dan sutradara film kisah nyata berjudul Langkah yang Tertunda

jatimnow.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung meluncurkan film pendek tentang bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat obatan terlarang.

Film dengan judul Langkah yang Tertunda ini diperankan oleh mantan pengguna narkoba yang sudah menjalani pengobatan di Balai Besar Rehabilitasi Lido Bogor.

Baca Juga: BNN Integrasikan Materi Anti Narkoba di Kurikulum Baru

Tidak hanya pemerannya, sutradara film ini juga merupakan mantan pengguna narkoba.

Kepala BNNK Tulungagung, AKBP Djoko Purnomo mengatakan, film berdurasi 47 menit ini menggambarkan bagaimane efek serta akibat yang ditimbulkan karena memgkomsumsi narkoba.

Cerita yang ada dalam film merupakam kisah nyata dua mantan pecandu narkoba, yakni Mira dan Nining. "Mereka berdua juga ikut berperan dalam film ini, jadi berdasarkan apa yang sudah dialami olehnya," ujarnya, Selasa (02/09/2018)

Film yang seluruh produksinya dilakukan di Tulungagung ini, rencananya akan menjadi salah satu bahan sosialisasi bahaya narkoba.

Menurutnya penggunaan film sebagai bahan sosialisasi akan semakin mengena sasaran, sehingga masyarakat mengetahui langsung akan bahaya narkoba. "Terlebih pemerannya juga mantan pengguna," imbuhnya.

Sutradara film, Charles Philippe menuturkan selama proses pengerjaan film berlangsung, banyak adegan yang terpaksa diulang. Hal ini dikarenakan para pemain merasa berat untuk memerankan adegan tersebut, karena teringat pengalaman pahit yang mereka alami.

Baca Juga: Sepanjang Tahun 2025, BNN Tulungagung Catat Kinerja Tinggi P4GN

"Pengalaman masa lalu pemain membuat trauma sehingga mereka memerlukan waktu untuk memperagakan kembali," tuturnya.

Selain Mira dan Nining, terdapat enam mantan pengguna narkoba yang juga terlibat dalam proses pembuatan film. Mereka berperan sebagai figuran maupun kru.

Film ini awalnya berdurasi 1 jam 15 menit. Namun pihak BNNK menilai durasi terlalu lama sehingga banyak adegan yang harus dihapus.

"Adegan di tempat hiburan malam banyak dikurangi dan efek kecanduan seperti sakauw lebih ditonjolkan," ungkapnya.

Baca Juga: Buronan Narkoba Kelas Kakap Tertangkap, Ansor: Bongkar Jaringan Besar

Melalui film ini diharapkan masyarakat akan mengetahui efek buruk akibat mengkomsumsi narkoba.

Selama ini masyarakat hanya mengetahui berdasarkan cerita saja. "Film ini merupakan kisah nyata dan yang ada dalam film dialami langsung oleh pemainnya," pungkas Charles.

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.