Jumat, 12 Jun 2026 01:54 WIB

Hati-hati, Jalan Ahmad Yani Kota Kediri Rusak Parah

  • Penulis :
  • | Senin, 30 Des 2024 12:38 WIB
Kondisi jalan Ahmad Yani Kota Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Kondisi jalan Ahmad Yani Kota Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pengguna jalan khususnya roda dua, kini harus lebih berhati-hati saat melintas di jalan Ahmad Yani, Kota Kediri. Jalur di sepanjang Kodim 0809 hingga Hutan Joyoboyo itu kondisinya rusak parah, diduga akibat kendaraan besar yang dialihkan ke jalur tersebut.

Kerusakan terjadi belum lama ini, diduga akibat bus dan truk yang dialihkan ke jalur tersebut, sejak 21 Oktober 2024 karena penutupan Jembatan Semampir, yang rencananya akan dibangun ulang Maret 2025 mendatang.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Sebelumnya, Bus Bagong dan Harapan Jaya jurusan Tulungagung atau Trenggalek - Surabaya, melewati Jembatan Semampir menuju Terminal Tamanan. Selanjutnya, ke Tulungagung atau Trenggalek melalui selatan Alun-alun Kediri.

Kini, mereka dialihkan ke Jalan Mayor Bismo, jalan Mayjend Sungkono, Jalan Diponegoro, Jalan Hasanudin, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Ahmad Yani. Kemudian ke Jalan Letjend Suprapto, Jalan DI. Panjaitan, Jalan Kapten Tendean (Sub Terminal BUS di PPMB), Jalan Supersemar, Jalan Perintis Kemerdekaan Jalan Sersan Suharmaji dan Tulungagung.

Termasuk truk di atas 2 meter, dilarang melewati Jembatan Semampir. Imbasnya, semua bertumpu di jalur baru tersebut.

Menurut Dinas Perhubungan Kota Kediri, sehari rata-rata ada 300 armada AKDP yang melintasi Kota Kediri berasal dari Perusahaan Otobus (PO) Bagong dan Harapan Jaya.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

“Iya, rusaknya belum lama ini. Mungkin karena bus dan truk yang sekarang lewat sini. Mengerikan memang, jadi harus lebih berhati-hati. Saya setiap hari lewat sini,” kata Aziz Galuh, pengguna jalan yang tengah melintas di jalan Ahmad Yani, pada Senin (30/12/2024).

Menurut Galuh, lebih berbahaya lagi ketika hujan turun di malam hari. Kondisi jalan gelap, lubang tertutup air sehingga tidak tampak.

“Kalau hujan apalagi malam itu lubangnya nggak terlihat. Yang nggak hati-hati pasti terperosok. Banyak yang kayak begitu,” keluh Galuh.

Baca Juga: Jalan Kawi Kota Kediri Ditutup Mulai 5 Mei, Simak Rute Alternatifnya

Sementara itu pengalihan ini masih akan terjadi hingga 2026 mendatang. Pembangunan ulang jembatan berumur 30an tahun itu baru dimulai Maret 2025, dengan durasi pengerjaan 15 bulan.

Pengendara pun berharap ada upaya perbaikan di jalur tersebut. Termasuk di jalan Imam Bonjol yang mulai berlubang. Agar tidak sampai memakan korban.

“Ya, tidak apa-apa Jembatan Semampir dibangun, tapi jangan sampai yang di sini justru rusak. Sangat bahaya,” tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.