Kamis, 18 Jun 2026 17:04 WIB

Pesan Rektor Unair Surabaya tentang Penegakan Hukum di Indonesia

  • Penulis :
  • | Sabtu, 28 Des 2024 12:38 WIB
Rektor UNAIR, Prof Dr Mohammad Nasih. (dok jatimnow.com)
Rektor UNAIR, Prof Dr Mohammad Nasih. (dok jatimnow.com)

jatimnnow.com - Penegakan hukum dengan benar memberi rasa keadilan bagi masyarakat. Namun untuk menegakkan hukum dengan benar di Indonesia, menurut Rektor UNAIR, Prof Dr Mohammad Nasih, diperlukan integritas dari para aparat hukumnya.

Prof Dr Mohammad Nasih mengungkapkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi bagaimana hukum akan ditegakkan. Salah satunya adalah integritas, ungkapnya saat menggelar talkshow bertajuk Refleksi Tahun 2024: Penegakan Hukum untuk Kemajuan Ekonomi Jawa Timur, di Hall Kantor Manajemen Lantai 1, Kampus MERR-C UNAIR, Surabaya, Jumat (27/12/2024)

Baca Juga: GMNI Surabaya Desak Investigasi Independen Kematian Alfarisi di Rutan Medaeng

"Integritas dari para penegak hukum dan aparat hukum benar-benar harus menjadi perhatian," terang Prof Nasih, melalui pesan tertulis, Sabtu (28/12/2024).

Untuk menjaga integritas ini, diakui Nasih, tidak mudah. Namun ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, di antaranya proses seleksi hakim atau jaksa untuk menemukan orang-orang yang memiliki integritas di dalam dirinya.

Baca Juga: Kasus Nenek Elina di Surabaya, Ormas Madura Nusantara Desak Otak Persekusi Ditangkap

"Seleksi hakim atau jaksa itu adalah perangkat untuk memilih orang-orang yang tertentu yang memiliki integritas tinggi dalam kehidupannya," ucapnya.

Selain itu, pengetahuan dan wawasan yang luas dan mendalam juga harus dimiliki para penegak hukum ini agar dapat melakukan tugasnya dengan dasar pengetahuan dan pemahaman yang kuat.

Baca Juga: Hadi Wardoyo Singgung Keadilan Hukum dalam Seminar di UT Surabaya

Terakhir, Prof. Nasih menyebutkan, adanya pengawasan yang lebih baik agar pada akhirnya hukum dapat benar-benar ditegakkan seadil-adilnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.