Kamis, 18 Jun 2026 20:41 WIB

Pondok Candra Kebanjiran, Plt Bupati Sidoarjo Gercep Tinjau Lokasi

Plt Bupati Sidoarjo, Subandi saat sidak di Pondok Candra, Tambak Sawah, Waru. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Plt Bupati Sidoarjo, Subandi saat sidak di Pondok Candra, Tambak Sawah, Waru. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perumahan Pondok Candra, Tambak Sawah, Kecamatan Waru, Sidoarjo, juga terdampak banjir yang mencapai ketinggian hingga lutut orang dewasa.

Salah satu warga Pondok Candra, Nadia, mengungkapkan bahwa banjir tahun ini merupakan yang terparah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Ojol Sidoarjo Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

“Ini benar-benar yang paling parah. Airnya sampai masuk rumah. Biasanya, meskipun masuk, tidak sampai mata kaki, tapi kali ini sangat parah,” ucap Nadia saat ditemui jatimnow.com, Kamis (26/12/2024).

Menurutnya, banjir kali ini terkait dengan wilayah-wilayah di sekitar Perumahan Pondok Candra.

“Banjir ini jelas ada kaitannya dengan aliran sungai yang ada. Daerah sekitar sini, seperti Tropodo, Wadung Asri, dan Kepuh Kiriman, semua terkena banjir. Tentu saja ini juga berpengaruh di sini,” jelasnya.

Senada dengan Nadia, Wawan, warga lainnya, mengungkapkan bahwa banjir yang sudah menggenang selama tiga hari ini sebenarnya merupakan peristiwa tahunan, meskipun kali ini intensitasnya lebih tinggi.

“Setiap musim hujan seperti ini selalu banjir, tapi kali ini yang paling parah. Untungnya saya sedang libur kerja, jadi bisa fokus menghadapi banjir di rumah,” ujarnya.

Wawan berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan agar genangan air cepat surut dan tidak semakin meluas.

Plt Bupati Sidoarjo cari solusi alternatif

Plt Bupati Sidoarjo, Subandi, yang melakukan inspeksi langsung di Pondok Candra, menyampaikan bahwa solusi alternatif sangat diperlukan untuk mengatasi masalah banjir yang terjadi setiap tahun.

Baca Juga: Calon Jamaah Haji dari Sidoarjo Diberangkatkan, Ini Pesan Subandi

“Banjir di sini memang terjadi setiap tahun. Sebagai pimpinan daerah, saya akan mencari alternatif untuk menyelesaikan masalah banjir ini,” ujar Subandi.

Temuan di lokasi

Dalam sidaknya, Subandi menemukan bahwa tempat penampungan air (bozem) yang seharusnya menampung air justru diperkecil, sehingga kapasitas tampung air berkurang. Ia juga mendapati bahwa pompa air yang ada di sana masih dikelola oleh pihak pengembang.

“Bozem itu harusnya menampung lebih banyak air, tapi diperkecil. Selain itu, pompa airnya masih dikelola oleh pengembang. Pemkab Sidoarjo akan mengambil alih pengelolaan pompa tersebut agar penanganan banjir bisa lebih efektif,” terang Subandi.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo akan membenahi semua infrastruktur terkait, termasuk bozem dan pengelolaan pompa. Subandi juga menambahkan bahwa setiap pembangunan rumah di Sidoarjo harus memenuhi standar terkait risiko banjir.

“Ini perintah, harus dilakukan. Kalau tidak, akan diberhentikan. Saya akan bekerja sama dengan Kapolres untuk menegakkan hal ini,” tegas Subandi.

Baca Juga: Sepekan Banjir di Sidoarjo Belum Surut, Mimik Idayana Minta Tambah Pompa Air

Rencana solusi jangka panjang

Lebih lanjut, Subandi mengatakan bahwa dalam upaya penataan kota, pihaknya sedang menyusun master plan pembangunan Sidoarjo agar setiap proyek pembangunan mengikuti grand design yang dapat mengurangi risiko banjir.

“Salah satu solusi yang sedang kami pertimbangkan adalah pembangunan embung (dam) bantuan dari pusat, yang rencananya akan dibangun di daerah Tambak Sawah,” jelasnya.

Subandi berharap keberadaan embung tersebut dapat mengurangi dampak banjir di wilayah Waru. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya embung, jika terjadi cuaca ekstrem atau air laut rob pasang, pompa besar bisa digunakan untuk mengalirkan air.

“Kami harap embung ini dapat mengurangi dampak banjir. Jika ada cuaca ekstrem, kita bisa gunakan pompa besar untuk mengeluarkan air. Normalisasi tetap kami lakukan,” pungkas Subandi.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.