Minggu, 14 Jun 2026 18:34 WIB

Banjir di Gedangan Sidoarjo, Ternyata Sampah Penyebabnya

Banjir di Desa Sawotratap Kecamatan Gedangan Sidoarjo. (Ahaddiini HM/jatimnow.com.)
Banjir di Desa Sawotratap Kecamatan Gedangan Sidoarjo. (Ahaddiini HM/jatimnow.com.)

jatimnow.com - Banjir yang tergenang sudah 3 hari ini di Sawotratap, Kecamatan Gedangan, tidak hanya karena hujan deras yang turun beberapa hari terakhir, namun juga karena aliran sungai yang penuh dengan tumpukan sampah yang sampai dengan pemukiman warga.

Kepala Dusun Sawotratap, Andi Awaludin mengatakan banjir di Sawotratap yang belum surut karena beberapa faktor.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Ini karena endapan yang makin tinggi sehingga butuh normalisasi. Yang kedua ada sampah yang sampai ke pemukiman warga dari hilir," ucapnya kepada jatimnow.com, Kamis (26/12/2024).

Ia melanjutkan, saat ini pendataan warga sedang berlangsung terhadap warga yang terdampak, karena warga butuh bantuan secepatnya.

Baca Juga: Tahun Akhir Berat di Sibolga,SPS Corporate Hadir Bantu Warga Mulai Kembali dari Nol

"Yang dibutuhkan saat ini untuk warga yang terdampak karena sudah 3 hari terendam. Banjir membuat ekonomi warga juga mati total, sehingga bantuan sembako, obat-obatan dan sebagainya sangat dibutuhkan," terangnya.

Andi berharap, adanya penanganan tentang persiapan bencana dari hilir juga normalisasi sungai dengan pengerukan.

Baca Juga: Misi Kemanusiaan PGN, Tembus Desa Terisolasi dan Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar

"Menurut kami, pengerukan sungai sangat penting, sudah bertahun-tahun lamanya belum dikeruk. Kemudian tentang lerihal sampah agar tidak langsung ditujukan ke hilir. Kami ingin ada sekat untuk sampah, entah antar desa atau antar RW di wilayah Sawotratap, sehingga jika disekat, sampah bisa lansung dikerjabaktikan, jadi ini dapat dijadikan antisipasi supaya tidak ada penumpukan sampah di wilayah hilir. Semoga ini didengar Pemerintah untuk membantu mewujudkan," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.