Kamis, 11 Jun 2026 11:04 WIB

Kini Belajar Fisika Lebih Mudah dengan Aplikasi PhET

Tiga mahasiswa ITS menunjukkan hadiah Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) nasional yang diraihnya.
Tiga mahasiswa ITS menunjukkan hadiah Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) nasional yang diraihnya.

jatimnow.com — Tiga Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menjadi juara 1 pada ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) nasional. Ketiganya adalah Avenzoar Zufar qisthauzan, Muhammad Ainul Yaqin, dan Ikhlasul Amal Rianto.

Dalam lomba itu, tiga mahasiswa ini mengangkat metode ajar Fisika dengan bantuan aplikasi PhET (Physics Education Technology) di Universitas Mulawarman.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Avenzoar mengatakan, tujuan metode yang dirancang bersama timnya ini memudahkan siswa dalam mempelajari fisika.

“Keluhan dari siswa, khususnya siswa SMA, pada pelajaran fisika karena kurangnya kemampuan memahami konsep dasar,” jelas mahasiswa angkatan tahun 2017 ini.

Menurut penelitian Avenzoar dan tim, apabila siswa susah memahami konsep dasar, maka siswa menjadi malas dan tidak bersemangat belajar fisika.

“Jika tidak dilakukan tindak lanjut, ke depannya akan makin susah dalam menyelesaikan soal fisika yang rumit,” ujar Venzo, Senin (1/10/2018).

Sementara itu, anggota tim lainnya Ainul Yaqin menjelaskan, solusi dari permasalahan tersebut ialah menjadikan fisika sebagai model animasi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

“Siswa lebih tertarik dengan animasi bergerak, oleh sebab itu PhET mampu menarik perhatian serta minat para siswa,” tutur mahasiswa Teknik Industri ITS tersebut.

Namun, hingga saat ini PhET masih belum populer di Indonesia dan penggunaannya masih minim di sekolah-sekolah.

“Kami melakukan inovasi dengan membuat lembar kerja siswa khusus PhET, kemudian menjelaskan dengan metode percobaan pada aplikasi,” terang mahasiswa yang akrab disapa Qiqin ini.

Ikhlasul Amal menambahkan, metode ini telah diuji cobakan pada siswa SMA di MAN Surabaya. “Kami mengambil sampel satu kelas X dan XI yang masih segar pengetahuannya tentang fisika,” kata mahasiswa asal Malang ini.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Dalam metode pengajaran ini, menurut Ikhlasul, timnya mengambil sampel dengan melakukan uji pretest dan posttest.

“Metode ini berhasil karena ada peningkatan nilai dari pretest dan posttest sekitar 30,43 persen,” pungkasnya.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.