Selasa, 16 Jun 2026 12:41 WIB

Menteri P2MI Ungkap Tenaga Kesehatan Banyak Dibutuhkan di Luar Negeri

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 21 Des 2024 11:24 WIB
Menteri P2MI saat sosialisasi PMI tenaga kesehatan di RS Bina Sehat. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Menteri P2MI saat sosialisasi PMI tenaga kesehatan di RS Bina Sehat. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengungkapkan, permintaan tenaga kerja ke luar negeri yang cukup tinggi salah satunya adalah tenga kesehatan (Nakes).

Data tahun 2023 lalu permintaan dari negara luar mencapai 1,35 juta orang, yang tersebar di berbagai belahan dunia. Dari 1,35 juta permintaan tenaga kerja Indonesia itu terdiri dari 900 profesi.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Kita baru bisa memenuhi 287 ribu, masih ada 1 juta lebih. Ini menurut saya bisa mengurangi pengangguran di dalam negeri. Sebetulnya yang paling banyak tenaga kesehatan, kemudian las, pertanian perkebunan, hotel, restoran ada 900 jabatan," imbuhnya.

Adapun permintaan tenaga kerja Indonesia itu berasal dari negara Asia Tenggara, Asia Timur, Eropa hingga Jepang.

Pada tahun 2023 Jepang meminta tenaga kerja sebanyak 250 ribu orang, mengingat di negara tersebut saat ini banyak terjadi persoalan.

"Karena di negara tersebut saat ini terjadi fenomena masyarakat, menikah namun tidak menginginkan anak," ungkapnya.

Tenaga kerja asal Indonesia dikenal memiliki disiplin yang sangat bagus, tekun, serta tidak kaku untuk memahami jam kerja.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

"Ini terjadi karena kita belum sepenuhnya menyiapkan tenaga kerja yang diminta tersebut,” ungkap Karding.

Dengan adanya Kementerian P2MI diharapkan bisa memenuhi kebutuhan tenaga kerja dari luar negeri tersebut. Sebab, hal tersebut juga akan menambah devisa negara.

"Saat ini devisa negara dari pekerja migran Indonesia tembus Rp227 triliun, menjadi terbesar kedua setelah devisa Migas," urainya.

Dari itu, P2MI gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat, upaya memperbanyak lembaga pelatihan tenaga kerja migran. Dengan pelatihan, muncul tenaga kerja profesional yang dibutuhkan.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Karding mengapresiasi RS Bina Sehat Jember yang telah rutin mengirim tenaga medis ke Timur Tengah. Tahun ini RS Bina Sehat Jember mengirimkan 26 tenaga medis ke Arab Saudi.

Mereka akan diberangkatkan ke negara tujuan Januari 2025 mendatang. Selama di Arab Saudi, mereka akan bekerja di Rumah Sakit Pertahanan Arab Saudi.

"Semoga RS Bina Sehat ini menjadi percontohan. Kedepan memang perlu adanya penambahan lembaga pelatihan tenaga kerja migran,” imbuhnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.