Selasa, 16 Jun 2026 20:24 WIB

Kepala Dispendik Sebut Jember Masih Kekurangan Pengawas Sekolah

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 18 Des 2024 12:48 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Jember Jadi Mulyono (Foto: Sugianto/jatimnow.com
Kepala Dinas Pendidikan Jember Jadi Mulyono (Foto: Sugianto/jatimnow.com

jatimnow.com - Kepala Dinas Pendidikan, Hadi Mulyono menyebut, Kabupaten Jember masih kekurangan pengawas sekolah. 

"Pengawas sekolah di Kabupaten Jember jumlahnya sampai sekarang 51 orang, dengan jumlah lembaga yang kurang lebih tiga ribu. Ini masih kurang ke depan," kata Hadi saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu, Senin (16/12/2024).

Baca Juga: Sekolah di Tulungagung Terdampak Gempa, Dispendik Usulkan Rehabilitasi

Tidak hanya pengawasan sekolah yang kurang, keberadaan guru di Kabupaten Jember juga mengalami kekurangan.

"Keberadaan guru juga berkurang, artinya sangat kurang. Apalagi ada kebijakan sekarang, GTT-PTT untuk dapat PPPK di beberapa satuan. Sehingga dimungkinkan ke depan, keberadaan guru semakin berkurang," bebernya.

Menurutnya, ini merupakan pekerjaan rumah (PR) yang harus dicarikan jalan keluar.

"Kita cari jalan keluarnya, dengan harapan nanti sekolah juga mendapatkan SDM yang cukup, baik pengawas maupun guru," ujar Hadi.

Sedangkan untuk kategori ideal sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 1 pengawas hanya 10 sekolah.

"Setiap sekolah idealnya di Permendikbud 1 pengawas 10 lembaga sekolah. Masih kurang banyak," terangnya.

Baca Juga: Tiga Ruang SDN di Tulungagung Rusak Parah Terkena Longsor

"Tapi memang semua kabupaten tidak akan mampu mencukupi, sesuai idealnya. Tapi minimal, satu wilayah ada satu pengawas, itu sudah dari semua jenjang, baik TK, SD dan SMP," ulasnya.

Bahkan untuk di Kabupaten Jember, masih ada pengawas yang melangkah dua wilayah atau kecamatan.

"Saat ini masih ada yang satu pengawas itu, melaksanakan tugasnya di dua kecamatan. Misalnya, wilayah Sumbersari dengan Patrang, ada yang double. Harapan ke depan, minimal satu wilayah ada satu pengawas di semua jenjang," harapnya.

Sedangkan untuk jumlah sekolah rusak berat di Kabupaten Jember jumlahnya mencapai ratusan.

Baca Juga: Potret Sekolah Rusak di Lamongan, Siswa Belajar di Musala

"Di dapodik kita memang ada kurang lebih 400 sekolah yang rusak berat. Bukan berarti kita diam, tapi keterbatasan anggaran," akunya.

Namun demikian, ke depan pihaknya akan melakukan perbaikan sekolah dengan beberapa sumber anggaran, baik Dana Alokasi Umum maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) puluhan miliar rupiah.

"Kita sudah menganggarkan DAU, DAK sebanyak Rp26 miliar kalau tidak salah. Mudah-mudahan direstui sama kementerian, ditambah DPRD sekitar Rp15 miliar dan total kurang lebih Rp50 miliar," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.