Selasa, 16 Jun 2026 04:19 WIB

Kekeringan di Ponorogo Meluas, BPBD Buat Kolam Dadakan

Salah satu kolam dadakan yang dibuat BPBD Ponorogo.
Salah satu kolam dadakan yang dibuat BPBD Ponorogo.

jatimnow.com - Kekeringan di wilayah Kabupaten Ponorogo diklaim meluas oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo. Ini menyusul melesetnya prakiraan dari BMKG yang menyatakan bahwa musim kemarau berkahir pada September 2018.

"Prakiraannya meleset. Prediksinya kan sampai akhir September. Ini masih saja kemarau," kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono, Senin (1/10/2018).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Oleh karena itu, BPBD Ponorogo harus membuat embung atau kolam dadakan pada Desa Munggu, Kecamatan Bungkal. Hal ini dilakukan karena sebelumnya di Desa Munggu tidak pernah terdampak kekeringan.

"Ya seperti yang saya katakan tadi, meluas. Buktinya kami harus membuat kolam dadakan untuk warga di Desa Munggu," terang Budi.

Awalnya, sepekan lalu kepala desa Munggu mengirim surat kepada BPBD meminta bantuan air bersih. Kemudian tim BPBD turun, dilihat tidak ada tandon air.

"Mau tidak mau, droping air bersih harus segera diberikan. Ya kita buat tandon air," bebernya.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Ia menjelaskan, embung air itu terbuat dari terpal di 3 lokasi, yakni di Dusun Munung, Dusun Ngemplak dan di sekitar rumah kepala desa.

"Total air yang kami droping sebanyak 600 liter. Nanti akan berkala setiap dua kali dalam sepekan," terang mantan Kasubag Humas Pemkab Ponorogo ini.

Ia mengaku, apabila tahun depan masih saja terjadi kekeringan di Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, maka tidak menutup kemungkinan akan dibuatkan tandon air. "Ya nanti kita lihatlah," pungkasnya.

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.