Kamis, 18 Jun 2026 12:02 WIB

BMKG Jatim Warning Dampak Puncak Musim Hujan untuk Beberapa Wilayah Ini

Pantauan BMKG Jawa Timur di Juanda Sidoarjo, (Foto: Taufiq Hermawan for jatimnow).com.
Pantauan BMKG Jawa Timur di Juanda Sidoarjo, (Foto: Taufiq Hermawan for jatimnow).com.

jatimnow.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca buruk di masa puncak musim hujan pada beberapa wilayah Jawa Timur, yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi pada periode 13 – 22 Desember 2024.

Kepala BMKG Jawa Timur di Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan mengimbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bahaya bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es supaya terhindar hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Mahasiswa Thailand Belajar SDGs dan Ekonomi Sirkular di Desa Suci Jember

"Beberapa wilayah yang harus diwaspadai, yaitu Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Madiun, Trenggalek, Tulungagung, Nganjuk, Kediri, Jombang, Lamongan, Blitar, Mojokerto, Gresik, Batu, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Lumajang, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Jember, Banyuwangi, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep," ucapnya saat dikonfirmasi jatimnow.com, Sabtu (14/12/2024).

Ia melanjutkan, saat ini wilayah Jawa Timur diprakirakan telah memasuki musim hujan dan beberapa wilayah sedang berada pada puncak musim hujan.

"Adanya beberapa fenomena gelombang atmosfer, seperti Kelvin, Equatorial Rossby dan MJO yang melintasi Jawa Timur mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan-awan penghujan di wilayah Jawa Timur," jelasnya.

Baca Juga: PMI Surabaya Galang Donasi Kemanusiaan lewat Bulan Dana 2026

"Kondisi ini didukung dengan aktifnya Monsun Asia yang menambah suplai uap air, serta suhu muka laut di perairan sekitar Jawa Timur yang hangat sehingga terjadi peningkatan suplai uap air ke atmosfer untuk pertumbuhan awan," imbuh Taufiq.

Lebih lanjut, ia mengatakan, wilayah Jawa Timur masih terkena dampak tidak langsung bibit siklon tropis 93 derajat LS yang berada di Samudra Hindia Barat Australia.

Baca Juga: Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup

BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama sepekan ke depan.

"Penduduk di wilayah dengan topografi curam, bergunung, hingga tebing, diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang," ujarnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.