Selasa, 16 Jun 2026 18:02 WIB

90 Persen Wisudawan STIA Pembangunan Jember Didukung Beasiswa Pemerintah Pusat

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 14 Des 2024 16:46 WIB
Ketua STIA Pembangunan Jember DR. Nungky Viana Feranita (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Ketua STIA Pembangunan Jember DR. Nungky Viana Feranita (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kesuksesan studi para wisudawan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember tak lepas dari dukungan pemerintah pusat. Tak kurang dari 90 persen biaya pendidikan didanai dari program beasiswa pemerintah pusat.

Dalam gelaran Wisuda Angkapan XV yang bertempat di Balroom Hotel Cempaka ini, juga dihadiri Anggota DPR-RI Komisi X Muhammad Nur Purnamasidi, Bupati Jember terpilih Muhammad Fawait serta Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, Sabtu (14/12/2024).

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Bang Pur (Purnamasidi) adalah mitra strategis kami, STIA Pembangunan, selama 3 tahun terakhir. Selama ini, kami didukung bantuan pemerintah dari pusat. Yang dari pemerintah daerah masih sangat minim sekali, terutama terkait dengan beasiswa," kata Ketua STIA Pembangunan Jember, DR. Nungky Viana Feranita.

"Mahasiswa kami 90 persen tercover beasiswa dari pemerintah pusat, berupa KIP Kuliah, aspirasi masyarakat dari Bang Pur. Yang dari Pemkab Jember hanya 5 orang saja, masih belum maksimal," sambungnya.

Ke depan Nungky berharap, STIA Pembangunan Jember bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemkab Jember. Terlebih lagi, dengan bupati yang baru nanti.

Nungky menyatakan, STIA Pembangunan terus berkembang, termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) juga tidak kalah daya saing. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pencapaian prestasi selama beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

"Melalui 8 indikator IKO. Prestasi kami terakhir di November kemarin naik peringkat akreditasi dari sebelumnya peringkat baik, menjadi baik sekali," ungkapnya.

"Ini menunjukkan bahwa kami terus memperbaiki mutu atau kualitas. Kami siap kolaborasi dengan Pemkab Jember," harapnya.

Untuk saat ini, jurusan yang tersedia di STIA Pembangunan Jember adalah Administrasi Niaga dan Administrasi Negara.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Kalau lulusannya, sudah siap pakai, dan memang mereka berkomitmen untuk memajukan pembangunan Jember," jelasnya.

Bahkan untuk program Tri Dharma Pendidikan juga telah dilaksanakan dengan menyasar ke desa-desa. Ke depan, STIA Pembangunan Jember akan melakukan pengembangan, baik secara horizontal maupun secara vertikal.

"Vertikal nambah prodi dan satu jenjang di atasnya, yaitu S2 (pascasarjana). Yang horizontal, nambah prodi S1 mungkin di bidang eksak. Nanti endingnya adalah alih bentuk dari Sekolah Tinggi ke Institute," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.