Senin, 15 Jun 2026 20:10 WIB

Polemik Kenaikan Honor Guru Ngaji, PKB Jember Sarankan Bupati Hendy Minta Maaf

  • Penulis : Sugianto
  • | Jumat, 13 Des 2024 14:11 WIB
Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Honor guru ngaji diisukan naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2,5 juta di tahun 2025, Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi menyarankan Bupati Hendy Siswanto meminta maaf ke masyarakat.

Ditemui di kantornya, Ayub menyampaikan, banyak konstituen dari PKB Jember yang menanyakan perihal isu kenaikan honor guru ngaji 2025 naik menjadi Rp2,5 juta seperti yang disampaikan Bupati Hendy Siswanto kemarin.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Mengingat PKB yang konsisten memperjuangkan dan mengawal adanya honorarium guru ngaji dari awal, semenjak dari bupati sebelum-sebelumnya.

Bahkan di dalam data, anggaran guru ngaji masih tetap Rp33 miliar, dengan jumlah penerima 22 ribu. Jadi bila anggaran ini dibagi, maka guru hanya menerima Rp1,5 juta di tahun 2025.

"Terus bupati menyampaikan seperti ini dasarnya apa. Bahaya seorang bupati ngomong tanpa dasar. Apa memang selama ini bupati penyampaiannya tanpa dasar," ujar Ayub.

Menurutnya, kalau memang ada perubahan itu bisa nanti di bulan Juli atau Agustus di P-APBDP.

"Tapi Februari bupatinya sudah ganti. Ini statemen berbahaya," kesalnya.jem

Ketua DPC PKB Jember pun meminta Bupati Hendy Siswanto jangan memunculkan yang berpotensi menyebabkan keresahan masyarakat, utamanya guru ngaji.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

"Kasihan rakyat hanya diberi janji, yang tidak bisa dilaksanakan. Terkecuali beliau (Hendy) kemarin menang dan menyampaikan, tidak masalah," ucapnya.

"Saya minta bupati meminta maaf kepada masyarakat, terkait hal ini. Karena menjadi keresahan bagi masyarakat," pinta Ayub.

Seharusnya, menurut Politisi PKB ini, bupati menyampaikan program apa yang belum tercapai. Kalau perlu dititipkan kepada bupati yang baru.

Ia sangat menyayangkan terkait statemen atau pernyataan bupati tentang anggaran guru ngaji yang dinaikkan 2,5 juta.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

Bahkan PKB Jember bersama Gus Fawait (Bupati terpilih) menyarankan agar anggaran terkait guru ngaji jangan ditaruh di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Jember, agar bisa setiap tahun pencairannya.

"Seharusnya itu di Diknas (Dinas Pendidikan), menjadi bantuan intensif," terang mantan anggota DPRD Jember.

"Makanya kami ingin meluruskan. Mungkin bupati, karena terlalu semangatnya saat pencarian, dan lupa kalau Februari sudah berhenti," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.