Kamis, 18 Jun 2026 03:37 WIB

Isu Honor Guru Ngaji Naik Rp2,5 Juta, Komisi D DPRD Jember: Pembohongan Publik

  • Penulis : Sugianto
  • | Jumat, 13 Des 2024 12:27 WIB
Anggota Komisi D DPRD Jember Alfian Adri Wijaya (akun media sosial Alfian)
Anggota Komisi D DPRD Jember Alfian Adri Wijaya (akun media sosial Alfian)

jatimnow.com - Isu kenaikan honor guru ngaji yang disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto di tahun 2025 mendatang, Anggota Komisi D DPRD Jember Alfian Andri Wijaya menyebutnya sebagai pembohongan publik.

Menurut Alfian, Bagian Kesra Pemkab Jember dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) saat pembahasan dengan Komisi D DPRD Jember total penerima honor guru ngaji muslim, nom muslim, mudin dan marbot 22 ribu dengan total anggaran Rp33 miliar.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

"Logikanya, setiap penerima mendapatkan insentif (honor) guru ngaji per orang adalah Rp1,5 juta di tahun 2025. Maka statement bupati menurut saya, pertama telah melakukan pembohongan publik," ungkapnya, Kamis (12/12/2024) malam.

"Kita tahu pemimpin itu boleh salah, sebagaimana manusia. Tapi kalau sengaja bohong, itu namanya kebacut dan tidak boleh membohongi rakyat yang sudah memberikan amanah," sambung Alfian.

Apalagi, menurut Alfin, seandainya patut diduga bupati melakukan pembohongan publik yang menimbulkan kegaduhan.

"Kita tahu ini masa transisi, dan Hendy berakhir di bulan Februari. Kalau bupati baru nanti menjabat, tiba-tiba di situ cair Rp1,5 juta ini kan seolah-olah statemen Hendy membuat gaduh kepada masyarakat awam yang tidak tahu apa-apa," tegasnya.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

"Kok guru ngaji hanya Rp1,5 juta, padahal di pemberitaan Rp2,5 juta. Ini berarti, seolah-olah sengaja dimunculkan agar ada pembunuhan karakter kepada bupati terpilih yang baru," imbuhnya.

Alfian menyatakan, dalam dokumen resmi RKA APBD 2025 besaran honor guru ngaji Rp1,5 juta dan bukan Rp2,5 juta.

"Sehingga, kesimpulannya kalau cair bupati baru tidak sepakat dengan Hendy yang Rp2,5 juta," ujarnya.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

Padahal, saat itu Hendy menyodorkan RKA R-APBD yang belum dibahas, tidak pernah Hendy mengirim RKA ke Komisi D DPRD yang mengajukan Rp2,5 juta.

"Ini kan pembohongan publik, dan patut diduga membunuh karakter terhadap bupati yang baru. Jadi masyarakat harus cerdas dalam hal ini, bahwa pemimpin tidak boleh bohong," tegasnya.

"Apalagi sengaja, karena itu prinsip azas umum pemerintahan. Masyarakat harus mengkroscek kebenarannya," pesannya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.