Minggu, 21 Jun 2026 05:37 WIB

Warga Jember Bakar Gubuk di Lahan Pemkab, Kerap jadi Lokasi Transaksi Okerbaya

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 12 Des 2024 16:10 WIB
Sisa gubuk tempat transaksi Okerbaya dibakar puluhan warga (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Sisa gubuk tempat transaksi Okerbaya dibakar puluhan warga (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dijadikan sebagai tempat transaksi obat keras berbahaya (okerbaya), puluhan warga membakar gubuk yang berada di lahan kosong milik Pemerintah Kabupaten Jember.

Puluhan warga mengaku merasa resah dan geram, karena kerap melihat para pemuda di gubuk yang terletak di Dusun Krasak, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung Jember, beraktivitas hingga malam hari.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Mencurigai kemungkinan adanya hal yang kurang baik terjadi, puluhan warga mendatangi lokasi tersebut dan membakar gumuk yang berada di selatan Stadion Jember Sport Garden dan tidak jauh dari bagian belakang Polsek Ajung, Rabu (11/12/2024) malam.

"Karena warga sudah muak mungkin, terkait (kabar lokasi tersebut) dijadikan (ruang) peredaran (okerbaya). Mungkin dengan cara dibakar (untuk menghentikan transaksi okerbaya)," kata Kepala Dusun Krasak, Ahmadi saat dikonfirmasi, Kamis (12/12/2024).

Kepala Dusun setempat juga sempat mendatangi lokasi bersama puluhan warga pada  Rabu (12/12/2024), karena memang banyak beredar infomasi gubuk itu dijadikan tempat transaksi Okerbaya.

"Menurut informasi memang begitu. Atas informasi dari warga, warga kumpul dan terjadi gitu sudah," terangnya.

Namun saat puluhan warga datang ke lokasi, orang-orang yang biasanya beraktivitas di tempat itu sudah tidak ada di lokasi tersebut.

Baca Juga: Polres Jember Tangkap Residivis Curanmor, Beraksi di 18 TKP

"Waktu itu orang-orang sudah pulang, infonya sempat ada transaksi. Cuma saya tidak tahu pasti," sebutnya.

Bahkan di lokasi, warga juga menemukan beberapa barang bukti okerbaya dengan jumlah sedikit, diselipkan di tiang bambu.

"Cuma berapa, kayak pil-pil itu," sambungnya.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

Informasi yang Ahmadi dapat dari warga, biasanya transaksi dilakukan mulai sore sekira pukul 15.00 WIB hingga malam hari. Mengingat gubuk itu berjarak dengan pemukiman sekitar 300 meteran.

Gubuk itu dulunya warung kopi dan sudah tidak dipakai, sedangkan di lokasi gelap sekali.

"Kondisi di lokasi memang gelap, dan itu lahan milik Pemkab. Karena itu awalnya warung kopi," ujar Ahmadi.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.