Selasa, 23 Jun 2026 10:41 WIB

Siswa SMP di Surabaya jadi Korban Bullying, Ngadu ke Guru Diminta Tutup Mulut

Ilustrasi (jatimnow.com)
Ilustrasi (jatimnow.com)

jatimnow.com - Siswa kelas 3 SMP di Surabaya berinisial CW (14) menjadi korban bullying oleh temannya di sekolah. Ia mengaku pernah ditelanjangi, di tendang, hingga diremas alat kemaluannya.

Pengalaman pahit CW itu terbongkar dari postingan media sosial (medsos) Tiktok milik Andy Sugar @andysugarr. Video berdurasi 6 menit telah mendapat respon 108 ribu like dan beragam komentar netizen.

Baca Juga: Sakit Hati Sering Diejek, Pria di Jember Tega Habisi Teman Sendiri

"Ditelanjangi ko, di tempat umum ko, sama kemaluan di remas-remas ko," ucap CW, kepada Andy Sugar, dalam video yang dilihat jatimnow.com, Kamis (12/12/2024).

Kepada Andy, CW mengaku, aksi pelaku tersebut dilakukan secara berkelompok. Total ada 6 siswa. Mirisnya, perlakuan kasar yang ia terima tersebut tak pernah mendapat pembelaan dari pihak sekolah.

Karena tak ingin kasus bullying ini ramai, CW bahkan mengaku jika pihak sekolah sempat meminta laporan yang dilayangkan CW ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tanjung Perak Surabaya segera dicabut.

"Mengancam korban tidak naik kelas jika melanjutkan ke kantor polisi. Mengatakan korban, seperti hama, (dan) menyuap korban dengan uang 500 ribu rupiah agar kamu mencabut laporan. Kamu terima?," tanya Andy, kepada CW.

Baca Juga: Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD di Kediri Diselesaikan Lewat Mediasi

"Enggak ko. Bilange sih gini ko, pas ngasih uang 500 ribu, masalah sudah selesai, bilangnya gitu ko," jawab CW.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Prasetyo mengatakan bahwa dalam menangani kasus ini pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3APPKB) Surabaya untuk melakukan pendampingan terhadap korban. 

"Kami sudah memeriksa 9 saksi terkait kasus ini dan melakukan pendampingan kepada korban dengan menggandeng DP3APPKB ,” ujar M Prasetyo, kamis (12/12/2024).

Baca Juga: Cegah Korban Bullying, Unusa Kenalkan Radar Sosiometri bagi Guru Surabaya

Kasus bullying tersebut sudah dilaporkan pada 11 Oktober lalu. Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya terus melakukan penyelidikan. Polisi juga memastikan kesehatan mental korban dengan membawanya periksa ke Psikiatri. 

"Kami juga melakukan pemeriksaan psikiatri untuk memastikan kondisi dan melihat dampak psikologis yang dialami korban akibat kejadian ini,” tandasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.