Senin, 22 Jun 2026 19:20 WIB

Cegah Korban Bullying, Unusa Kenalkan Radar Sosiometri bagi Guru Surabaya

ISNU dan Unusa gelar workshop deteksi dini perundungan menggunakan analisis sosiometri untuk guru di Surabaya guna menekan angka kekerasan anak. (Foto: Humas Unusa/jatimnow.com)
ISNU dan Unusa gelar workshop deteksi dini perundungan menggunakan analisis sosiometri untuk guru di Surabaya guna menekan angka kekerasan anak. (Foto: Humas Unusa/jatimnow.com)

jatimnow.com - Lonjakan kasus perundungan di lingkungan pendidikan yang mencapai 4.664 laporan pada awal 2025 memaksa sekolah mengubah strategi penanganan.

Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Surabaya bersama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kini mendorong para guru menggunakan analisis sosiometri untuk mendeteksi potensi kekerasan sebelum terjadi.

Baca Juga: Sakit Hati Sering Diejek, Pria di Jember Tega Habisi Teman Sendiri

Dalam workshop nasional yang digelar di Gedung Unusa Tower, Senin (12/1/2026), ratusan guru SD hingga SMA di Surabaya dibekali metode pemetaan hubungan sosial siswa. Teknik ini bertujuan mengubah pola penanganan sekolah yang selama ini cenderung pasif.

Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, menilai penanganan kasus bullying di lapangan seringkali menyerupai pemadam kebakaran baru bergerak saat api sudah berkobar atau setelah ada laporan masuk.

Padahal, kekuatan data sosiometri mampu memberikan gambaran prediktif mengenai struktur kekuasaan di dalam kelas.

"Kita bisa melihat siapa siswa yang terasing dan terisolasi sebelum mereka benar-benar menjadi korban. Begitu juga dengan siapa yang mendominasi secara negatif sebelum mereka menjadi pelaku," ujar Prof. Tri Yogi di hadapan para peserta.

Menurutnya, sosiometri berfungsi sebagai radar psikososial. Pendidik tidak boleh hanya terpaku pada kurikulum akademik, tetapi wajib memastikan tidak ada anak yang merasa sendirian di tengah keramaian sekolah.

Identifikasi risiko dini ini memungkinkan sekolah melakukan intervensi cerdas tanpa menunggu jatuhnya korban fisik maupun mental.

Baca Juga: Keren! Tiga Mahasiswa KIP-K Unusa Raih Double Degree di Taiwan

Perspektif lain datang dari Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Sruji Bahtiar. Ia melihat perbaikan mentalitas dan hati sebagai fondasi utama. Namun, kebaikan saja tidak cukup tanpa sokongan regulasi dan pengetahuan yang memadai dari para pengajar.

"Pikiran yang baik akan melahirkan ucapan yang baik. Jika ini dilakukan berulang, maka akan membentuk karakter dan mentalitas yang kuat pada siswa," kata Sruji.

Sementara itu, Pakar Sosiologi Universitas Negeri Jember (UNEJ), Dr. Rojabi Azharghany, menyoroti akar perundungan yang sering tersamarkan sebagai 'pendidikan mental'.

Hasil penelitiannya di sejumlah boarding school menunjukkan bahwa pemberian tanggung jawab berlebih pada satu siswa untuk mengatur rekan sebayanya sering menjadi pemicu kekerasan.

Baca Juga: Tujuh Mahasiswa UNUSA Lulus Program INTENSE Taiwan

"Mirisnya, banyak orang dewasa di lingkungan sekolah justru menganggap tindakan perundungan itu sebagai bagian dari pendewasaan mental," ungkap Rojabi.

Ia menegaskan, langkah awal memutus rantai ini adalah keberanian sekolah untuk menyatakan secara tegas bahwa perundungan adalah tindakan yang salah.

Tidak ada cara instan untuk menghapus budaya kekerasan selain menumbuhkan empati secara konsisten dalam interaksi harian antara guru dan murid.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.