Rabu, 17 Jun 2026 00:29 WIB

Rektor UTM Bangkalan Turut Turun ke Jalan, Perjuangkan Keadilan untuk EJ

Rektor dan mahasiswa UTM Bangkalan.  (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Rektor dan mahasiswa UTM Bangkalan.  (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan bersama rektor dan sejumlah dosen memadati pintu masuk Polres Bangkalan. Mereka menuntut agar pelaku dihukum mati.

Rektor UTM, Safi' mengatakan pihaknya menuntut agar kepolisian melakukan patroli cyber. Sebab hingga kini banyak foto korban dalam kondisi tak berbusana saat proses visum tersebar di media sosial.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Bahkan, tak sedikit gambar korban saat dalam kondisi terbakar mengenaskan juga tersebar di media sosial. Hal itu membuat UTM meminta agar polisi segera bergerak dan menghapus postingan itu serta mencari pihak yang memposting hal itu pertama kali.

"Kami meminta polisi untuk segera melakukan patroli cyber agar postingan yang memuat gambar korban di-take down dan segera mencari penyebar foto tersebut," ujarnya, Kamis (5/12/2024).

Ia juga meminta agar polisi menerapkan pasal 340 KUHP dalam kasus tersebut. Sebab, korban dianiaya dan dibunuh secara keji oleh pelaku. Kejadian itu tak hanya membuat duka bagi keluarga namun juga menimbulkan trauma.

"Kami juga meminta agar pelaku mendapat hukuman semaksimal mungkin dan diterapkan pasal 340 KUHP," imbuhnya.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

Ia juga berharap kepolisian aktif melakukan upaya anti kekerasan di Bangkalan. Sebab, tak sedikit masyarakat yang menggunakan kekerasan sebagai jalan keluar sebuah masalah.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya mengatakan sudah melakukan upaya patroli cyber. Bahkan pihaknya turut dibantu tim dari Polda Jatim untuk mengatasi masalah tersebut.

"Mayoritas mereka bukan menggunakan akun resmi. Saat ini kami masih lakukan penyelidikan untuk mencari orang yang menyebar foto itu pertama kali," terangnya.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

Ia juga mengaku telah memanggil 5 saksi dan menerapkan pasal 340 KUHP untuk memproses hukum pelaku. Ia berharap, semua pihak bisa mengawal kasus ini hingga tuntas.

"Kami juga meminta pada masyarakat untuk tidak menyebarluaskan foto korban sebagai bentuk rasa empati terhadap korban dan keluarganya," pungkasnya. 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.