Selasa, 16 Jun 2026 19:32 WIB

Reog Ponorogo Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Unesco

Penampilan Reog Ponorogo di Grebeg Suro 2024. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Penampilan Reog Ponorogo di Grebeg Suro 2024. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Reog Ponorogo resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) oleh Unesco dalam sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Paraguay, Selasa (3/12/2024) waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian ini. Ia bersyukur penantian panjang ini akhirnya membuahkan hasil.

Baca Juga: Tampilkan Reog Ponorogo, Prajurit KRI Bima Suci Sukses Pikat Warga Colombo

"Ini adalah hasil dari kerja keras bersama. Kami mempersiapkan dengan matang, termasuk doa bersama dengan warga dan seniman sebelum sidang,” ungkap Sugiri, Rabu (4/12/2024).

Menurut Sugiri, penetapan ini adalah buah perjuangan panjang sejak pengajuan Reog Ponorogo sebagai WBTb kategori Urgent Safeguarding List (USL) pada 2021.

Saat itu, pandemi Covid-19 memukul seni budaya, termasuk Reog Ponorogo, yang terancam punah akibat keterbatasan pentas dan latihan.

“Kami berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk memastikan Reog mendapat pengakuan dunia. Perjuangan ini melibatkan semua elemen, termasuk masyarakat, seniman, dan media,” kata Sugiri.

Baca Juga: Hadiri Acara Sanggring Kolak Ayam, Wabup Gresik Sebut Hal Ini Untuk Warga Gumeno

“Pengakuan ini bukan akhir, melainkan awal perjalanan untuk menjaga Reog tetap hidup dan relevan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, mengungkapkan pentingnya perlindungan bagi Reog.

“Kategori USL ini dipilih karena saat pengajuan, Reog dalam kondisi darurat. Pandemi menyebabkan banyak seniman berhenti berkarya, alat peraga tidak terawat, dan transmisi budaya terputus,” jelasnya.

Baca Juga: Trenggalek Usulan Kuliner Sego Gegok Menjadi Warisan Budaya Takbenda

Pemkab Ponorogo berkomitmen untuk menjaga eksistensi Reog dengan berbagai program. Termasuk pelatihan, pentas rutin, dan dukungan finansial untuk seniman. Ditargetkan peningkatan kegiatan budaya agar Reog semakin dikenal di kancah internasional.

Dengan pengakuan Unesco, Reog Ponorogo kini bukan hanya milik Indonesia, tetapi menjadi warisan dunia yang harus dilestarikan bersama.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.