Minggu, 21 Jun 2026 10:21 WIB

Trenggalek Usulan Kuliner Sego Gegok Menjadi Warisan Budaya Takbenda

  • Penulis :
  • | Rabu, 26 Nov 2025 08:59 WIB
Foto: Kuliner khas Trenggalek, nasi gegok. (pesona trenggalek/jatimnow.com)
Foto: Kuliner khas Trenggalek, nasi gegok. (pesona trenggalek/jatimnow.com)

jatimnow.com-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek mengusulkan kuliner sego gegok ke Kementerian Kementerian Kebudayaan untuk menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada tahun 2026.

Kepala Bidang Kebudayaan, Disparbud Trenggalek, Agus Prasmono mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyusun draf pengajuan WBTb untuk kuliner sego gegok ke Kementerian Kebudayaan.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Beberapa waktu lalu ada kabupaten lain yang mengusulkan sego gegok menjadi WBTB, tapi batal. Tahun depan kami akan mengusulkan sego gegok," ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Kabupaten yang batal mengusulkan sego gegok menjadi WBTB disebabkan karena tidak memenuhi syarat. Sedangkan Trenggalek telah memenuhi syarat untuk mengusulkan kuliner sego gegok menjadi WBTB.

"Kuliner sego gegok itu memang asli dari Trenggalek. Dan sudah pasti kami memenuhi syarat untuk mengajukan sego gegok," terangnya.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Agus menjelaskan, ada beberapa syarat yang telah dipenuhi untuk pengajuan WBTB kuliner sego gegok. Yakni, berusia lebih dari 50 tahun, bukti dokumentasi dan pemenuhan kriteria.

"Sampai sekarang kuliner sego gegok Trenggalek masih terjaga kelestarian dan orisinalitasnya. Tercatat sudah empat generasi yang mempertahankan kuliner sego gegok," jelasnya.

Bahkan secara historis Trenggalek memiliki catatan tentang kuliner sego gegok. Dahulu sego gegok menjadi bekal orang Trenggalek yang berladang di hutan.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Proses pembuatan sego gegok itu lama. Tapi saat dibawa ke hutan menjadi bekal, sego gegok awet dan tahan lama," pungkasnya.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.