Jumat, 19 Jun 2026 07:07 WIB

Potensi Longsor Susulan di Ngebel Ponorogo, 1 Rumah Diimbau Mengungsi

Tanah longsor menutup jalan utama di Dusun Sekodok, Desa/Kecamatan Ngebel, Ponorogo. (Foto: BPBD Ponorogo)
Tanah longsor menutup jalan utama di Dusun Sekodok, Desa/Kecamatan Ngebel, Ponorogo. (Foto: BPBD Ponorogo)

 

jatimnow.com - Longsor susulan masih berptensi terjadi di Dusun Sekodok, Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo jika hujan turu lagi.

Baca Juga: DPRD Jatim Temukan Penyebab Utama Longsor di Jalur Ponorogo-Pacitan

Kepala Dusun Sekodok, Aan Septi Eko Prasetyo, mengungkapkan bahwa longsor ini juga mengancam satu rumah warga milik Rianto.

"Kami sudah memberikan peringatan kepada pemilik rumah agar segera mengungsi jika hujan kembali turun dan kondisi semakin membahayakan," kata Aan, Selasa (19/11/2024).

Selain mengancam rumah, material longsor yang memiliki lebar sekitar 5 meter dan tinggi 15 meter ini turut merusak sejumlah tanaman alpukat dan manggis milik warga. Beberapa di antaranya sudah dalam fase berbuah sehingga kerugian warga semakin besar.

"Kondisi ini tidak hanya memutus akses jalan, tetapi juga berdampak pada perekonomian warga, terutama petani dan pedagang yang biasa memanfaatkan jalur ini untuk aktivitas harian," tambahnya.

Baca Juga: Ratusan Pesepeda Surabaya Gelar Ride for Aceh Sumatera, Galang Dana Rp50 Juta untuk Korban Bencana

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo segera mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor.

Menurut Koordinator TRC BPBD Ponorogo, Hadi Susanto, pihaknya telah memantau lokasi longsor dan mengimbau warga yang berada di kawasan rawan untuk segera mengungsi saat hujan turun.

“Rumah yang terancam berada tepat di atas lokasi longsor. Kami sarankan penghuni rumah untuk tidak bertahan jika situasi semakin berisiko, terutama saat hujan malam hari,” ujar Hadi.

Baca Juga: Bos Astra Djony Bunarto Ungkap Fokus Pemulihan Korban Banjir di 3 Provinsi

Sementara itu, aktivitas warga sekitar terganggu akibat terputusnya jalur ini. Pelajar dan pedagang harus menggunakan jalan alternatif dengan jarak tambahan sejauh 3 hingga 5 kilometer untuk mencapai tujuan mereka.

 

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.