Selasa, 16 Jun 2026 13:53 WIB

Debat Pilkada Jember, Fawait: Tidak Boleh Lagi Ada ASN Berurusan dengan Hukum

  • Penulis : Sugianto
  • | Minggu, 10 Nov 2024 16:30 WIB
Gus Fawait - Djoko dalam debat Pilkada Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Gus Fawait - Djoko dalam debat Pilkada Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pasangan calon bupati dan Wakil Bupati Jember Muhamamd Fawait - Djoko Susanto berkomitmen untuk memperbaiki sistem di pemerintahan Kabupaten Jember, kelak ketika terpilih. Sistem yang baik, menurut Fawait mampu mencegah Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga kepala desa berurusan dengan hukum.

"Ke depan tidak boleh lagi, ada kepala dinas, Sekda, kepala desa, yang berurusan dengan hukum. Kita lindungi dengan sistem yang baik, dan perbaikan lainnya," kata Gus Fawait, dalam debat publik kedua Pilkada Jember, Sabtu (9/11/2024). 

Baca Juga: Gugatan Paslon 03 Dismissal, Pasangan Gabah Menangkan Pilbup Tulungagung

"Jika sistemnya baik, maka celah-celah akan tertutupi. Ingat kata Bang Napi, kejahatan bukan ada niat, tapi karena ada kesempatan. Dan kekurangan dari sistem kalau dari birokrasi," sambungnya. 

Maka dari itu, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) harus diperbaiki. 

"Tadi waktu debat sudah kita jabarkan bersama Pak Djoko sang ahli birokrasi. Tadi bahkan saya dikasih jawaban-jawaban yang tokcer, terkait bagaimana IRB diukur," ungkapnya. 

Baca Juga: MK Tolak Gugatan Paslon 01, Sugiri Sancoko-Lisdyarita Menangkan Pilbup Ponorogo

Karena menurut Gus Fawait, untuk mengukur birokrasi itu melalui SAKIP dan IRB. Sedangkan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) itu hanya urusan administrasi. 

"Jadi WTP itu administrasi keuangan, dan itu hal yang berbeda. Jaka sambung naik becak, gak nyambung cak," ucapnya. 

Termasuk adanya Sekda Jember yang ditahan, menurut Gus Fawait karena tidak adanya pencegahan dari pimpinan atau bupati. 

Baca Juga: KPU Jember Resmi Tetapkan Bupati dan Wabup 2025-2030, Fawait: Awal Perjuangan

"Kita itu paling penting adalah pencegahan. Jangan-jangan Sekda tidak salah, tapi sistem kita yang kurang baik," ungkapnya. 

"Maka kedepan tidak boleh lagi ada yang dikorbankan gara-gara sistem yang belum sempurna. Cukup dan jangan, kasihan dan mereka punya keluarga," tandasnya. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.