Rabu, 17 Jun 2026 00:24 WIB

Pasar Tanjung Jember Tidak Aman, Barang Dagangan Sering Hilang Misterius

  • Penulis : Sugianto
  • | Jumat, 08 Nov 2024 08:09 WIB
Pedagang Pasar Tanjung resah, dagangan sering hilang (Foto : Sugianto/jatimnow.com)
Pedagang Pasar Tanjung resah, dagangan sering hilang (Foto : Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dirasa sudah tidak aman, para pedagang di Pasar Tanjung Jember kini mulai resah lantaran barang dagangan sering hilang.

"Yang sering hilang bawang prei sama kentang. Pertama yang hilang gula merah, karungnya disobek," kata Muria Indawati salah satu pedagang di Pasar Tanjung, Kamis (7/11/2024).

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Sepengetahuannya, kejadian barang dagangan hilang itu diperkirakan pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Karena ia menutup lapak tokonya pukul 17.00 WIB.

"Kalau malam ditutup jaring, biar gak repot anak. Sekarang tak kasi tambahan tutupnya. Sekitar pukul 22.00 WIB kondisi sudah sepi dan sudah tidak ada pembeli," ucapnya.

Warga Kelurahan Kepatihan, Kaliwates, mengatakan, akibat dari sering hilang barang dagangan, kerugian mencapai sekitar Rp1 jutaan untuk kali ini. Pencuri mengambil barang dagangannya hanya sedikit-sedikit.

"Sedikit-sedikit tapi sering. Pertama bawang prei 20 kilogram, gula merah 10 kilogram, kentang satu karung 60 kilogram," sebutnya.

Hal yang sama juga disampaikan Rozak, salah satu pedagang di Pasar Tanjung. Ia mengaku tidak hanya dirinya yang kehilangan telur 1 krat sebanyak 3 kali, tapi banyak pedagang lain yang mengalami nasib serupa.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

"Ada juga penjual kelapa satu karung diambil, yang pedagang kopi Gas LPG 5 kali juga hilang. Bahkan juga ada cobek dan ulekan milik Mas Wahyu juga hilang tiga kali," sebutnya.

Bahkan juga, warga Kelurahan Gebang Patrang mengaku, pedagang panci alunium juga pernah kehilangan panci sebanyak 80 buah.

"Kita laporan sudah laporan pada petugas, cuma difoto dan tidak ditindak. Kalau penjaganya ada, tapi jarang keliling," jelasnya.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

"Bahkan juga ada pedagang nasi rawon, rawon. Sama piring dan mangkoknya juga hilang," imbuhnya.

Menurut Rozak, kejadian yang sering terjadi itu biasanya malam minggu dan malam jumat. Selain itu juga biasa menjelang hari-hari besar.

"Petugas pasar memang kurang. Kalau ada kejadian pedagang 3 atau 4 orang yang patroli. Karena kejadian itu pasti malam," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.