Rabu, 17 Jun 2026 13:28 WIB

Anggota Komisi V DPR RI Dapil Madura Soroti Target 3 Juta Rumah

Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin. (Foto: Fathor Rohman/jatimnow.com)
Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin. (Foto: Fathor Rohman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Program 3 juta rumah yang dibuat oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendapat sorotan. Salah satunya anggota Komisi V DPR RI Dapil Madura, Syafiuddin.

Pria yang akrab disapa Abah Syafi ini mengatakan, target 3 juta rumah itu ia sebut seperti kisah Roro Jonggrang yang membangun seribu candi dalam satu malam. Target itu dinilai tidak mudah direalisasikan.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Target 3 juta rumah ini seperti kisah Bandung Bandawasa yang membangun seribu candi dalam satu malam untuk Roro Jonggrang," ujarnya, Selasa (5/11/2024).

Menurutnya, dengan kemampuan APBN sebanyak Rp3.621,3 triliun target 3 ribu rumah dari Kementrian PKP itu tak mudah untuk diwujudkan.

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Tebar Kurban untuk Warga Surabaya dan Sidoarjo

"Kalau target 3 juta rumah, perkiraan sehari harus membangun 8 ribu rumah sehingga dalam satu jam harus ada 335 rumah yang dibangun. Itu bisa terwujud jika menteri bisa memberikan pemahaman pada Badan Anggaran (Banggar) agar hal tersebut terpenuhi. Walaupun kita pesimis dengan APBN kita yang jumlahnya 3 ribu sekian triliun," imbuhnya.

Meski begitu, Syafi memberikan solusi agar target bisa terwujud. Yakni dengan melakukan sinergi pada pemerintah provinsi dan juga kabupaten.

Baca Juga: Legislator PKB Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Jember dan Lumajang

"Bisa dilakukan sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten. Kalau di Madura itu, ada tanah yang dikuasai oleh badan usaha jadi statusnya hak guna pakai, dalam 20-30 tahun tanah itu tidak digunakan sebagai apapun, jadi tanah terlantar. Itu bisa digunakan untuk mewujudkan target 3 juta rumah," pungkasnya.

Ia juga menekankan agar rumah-rumah itu juga diberikan untuk prajurit TNI-Polri yang kondisi ekonominya dibawah rata-rata. Sehingga, tidak hanya program itu tak hanya diberikan untuk kelompok masyarakat miskin namun juga diprioritaskan untuk prajurit TNI-Polri.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.