Selasa, 16 Jun 2026 19:31 WIB

Debat Pilkada Jatim, Gus Hans Dapat Pertanyaan Jebakan: Saya Tidak Terpancing

Paslon Risma - Gus Hans dalam Debat Publik Kedua Pilgub Jatim. (Foto: dok.jatimnow.com)
Paslon Risma - Gus Hans dalam Debat Publik Kedua Pilgub Jatim. (Foto: dok.jatimnow.com)

jatimnow.com - Calon Wakil Gubernur nomor urut 3 Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) tidak memberikan respon terhadap pertanyaan provokatif dari Calon Wakil Gubernur nomor urut 1 Lukmanul Khakim dalam Debat Publik Kedua Pilgub Jatim di Ballroom grand city Surabaya, Minggu (3/11/2024).

Dalam sesi saling memberikan pertanyaan, Lukman memberikan pertanyaan kepada Gus Hans, dengan komentar terhadap inovasi tata kelola Pemprov Jatim saat ini, yaitu era Khofifah - Emil.

Baca Juga: KPU Jatim Umumkan Khofifah-Emil sebagai Gubernur-Wakil Gubernur di Pilgub 2024

Gus Hans dengan cermat membaca arah pertanyaan yang dipandang menyudutkan pasangan petahana Khofifah - Emil.

"Saya sudah tahu arah pernyataannya dan insyaallah saya tidak akan terpancing," jawab Gus Hans.

Menurut Gus Hans, ia saat ini hanya fokus pada masa depan Provinsi Jatim yang akan datang. Baginya, tidak realistis untuk menilai capaian Pemprov Jatim di masa lalu.

"Oleh karena itu, saya lihat inovasi itu penting dalam melaksanakan birokrasi pemerintahan. Kunci dalam inovasi birokrasi adalah harus ada transparansi, harus ada keterlibatan masyarakat dan yang paling penting adalah akuntabilitas," sambungnya.

Oleh karenanya, lanjut Gus Hans, bila ingin menghadirkan tata kelola birokrasi menjadi bersih, maka harus dimulai dari diri sendiri.

Baca Juga: Isi Pesan Cagub Luluk ke Khofifah usai Kalah di Pilgub Jatim 2024

"Kuncinya adalah bagaimana kita menjadi top leader yang mampu memberikan contoh, memberikan inovasi dan jangan mudah puas dengan semua pencapaian ada," tutupnya.

Sementara itu, Lukman mengungkapkan, ada banyak hal yang perlu dikoreksi dalam pelaksanaan birokrasi pemerintahan.

"Pilkada ini adalah momentum kita untuk mengoreksi jalannya birokrasi pemerintahan selama ini, saya bersama Mbak Luluk telah menyiapkan birokrasi digital," jelasnya.

Menurutnya, saat ini penerapan ekosistem digital di Jawa Timur masih kurang efektif dan efisien. Untuk itu perlu adanya penyederhanaan cukup dengan satu aplikasi dapat digunakan untuk memudahkan layanan birokrasi.

Baca Juga: Mengukur Efektivitas Anggaran Pilkada Jatim 2024

"Jangan salah selama ini ada sebanyak 423 aplikasi digital di Jawa Timur, kami ingin menyederhanakan dengan cukup 1 aplikasi saja sudah cukup untuk melayani seluruh masyarakat di Jawa Timur," tegasnya.

Lukman bertekad bakal menciptakan satu aplikasi yang mampu menjadi jawaban dan mempermudah layanan birokrasi yang ada di Jawa Timur.

"Sehingga cukup dengan satu klik saja semua urusan dengan kedinasan dapat terlayani dengan baik," tutupnya. 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.