Sabtu, 06 Jun 2026 23:22 WIB

Mengukur Efektivitas Anggaran Pilkada Jatim 2024

Arif Fathoni (dok.jatimnow.com)
Arif Fathoni (dok.jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Surabaya dan Jawa Timur menjadi sorotan publik. Hal ini disampaikan, Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni yang menyoroti besarnya anggaran yang dialokasikan untuk penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut.

Dalam pernyataannya melalui akun media sosial facebook yang diunggah pada Sabtu (14/12/2024), Arif Fathoni menyoroti anggaran Pilwali Surabaya yang mencapai Rp114 miliar, sementara anggaran Pilgub Jawa Timur mencapai Rp1,1 triliun. 

Baca Juga: DPRD Surabaya Dorong Pemberdayaan Ibu untuk Kuatkan Ekonomi Keluarga

Dalam tulisannya itu, ia mempertanyakan apakah tingginya biaya tersebut berbanding lurus dengan peningkatan indeks demokrasi di Indonesia.

"Apakah tidak sebaiknya anggaran sebanyak itu digunakan untuk membangun jalan, gedung sekolah, atau program lainnya? Sehingga, misalnya, sekolah dasar bisa digratiskan di seluruh sekolah swasta, dan tidak ada lagi anak putus sekolah karena faktor ekonomi," ujar Arif Fathoni, saat dikonfirmasi, Sabtu (14/12/2024).

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk berdiskusi mengenai efektivitas sistem demokrasi langsung dalam Pemilukada saat ini. 

Menurutnya, ada wacana lain yang dapat dipertimbangkan, yakni menggunakan anggaran Pemilukada untuk pembangunan infrastruktur dan pendidikan. 

Alternatifnya, pemilihan kepala daerah seperti Gubernur, Bupati, dan Walikota cukup dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Wacana yang diunggah Arif Fathoni ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Salah seorang warganet, menilai pemilihan langsung tetap penting di daerah, namun khusus untuk kota besar mekanisme ini perlu dipertimbangkan ulang.

"Klo di wilayah lain di kota besar pres tetap pemilihan secara langsung karena biar masyarakat yang menilai, kecuali di Surabaya, Bandung, Jakarta... Karena sistem dari bawah/desa itu tetap pakai bayar klo buat ngurus apapun,” tulis Akun @Theo Hardika.

Baca Juga: Dukungan Tokoh Surabaya Mengalir, Kejurcab ORADO 2026 Sukses Digelar

Sementara itu, akun atas nama @Frente Edi Firmanto Gonzalez memberikan pendapat berbeda. Menurutnya, pemilihan kepala daerah sebaiknya dilakukan oleh DPRD, sedangkan pemilihan langsung hanya untuk pemilihan presiden.

"Sebaiknya presiden saja yang pilihan langsung, untuk Pilkada sebaiknya dipilih DPRD... Buang-buang duit gak bermanfaat, ujung-ujungnya gugat di MK,” tulis @Frente Edi Firmanto Gonzalez.

Komentar serupa juga datang dari akun @Sulistyawati yang merasa terkejut dengan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan Pilkada.

"Wauwww, besar sekali biaya yang harus dikeluarkan,” tulisnya singkat.

Baca Juga: Ramadan Penuh Makna, DPRD Surabaya Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim

Sementara itu, Muhammad Taufik, salah satu warga Surabaya yang dimintai tanggapannya, menilai bahwa seringnya pemilu hanya menghabiskan anggaran negara tanpa membawa dampak signifikan bagi kehidupan rakyat.

"Pemilu itu seringnya hanya menghabiskan anggaran negara, tidak membuat kehidupan rakyat jadi lebih baik. Biar dipilih DPRD saja, biar kalaupun ada penyimpangan dosanya ditanggung oleh DPRD,” ujar Taufik.

Beragam tanggapan dari masyarakat tersebut mencerminkan adanya perbedaan pandangan terkait efektivitas dan efisiensi Pemilukada langsung. 

Sebagian kalangan menilai pemilihan langsung memberi ruang bagi partisipasi masyarakat dalam demokrasi, sementara lainnya berpendapat bahwa mekanisme ini tidak efektif dari segi biaya dan seringkali berujung pada sengketa hasil di Mahkamah Konstitusi (MK).

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.