Rabu, 17 Jun 2026 12:08 WIB

Anak Bacok Bapak Hingga Tewas di Jember, Gegara Sertifikat Tanah

  • Penulis : Sugianto
  • | Minggu, 03 Nov 2024 15:46 WIB
Situasi sesudah kejadian pembacokan anak kepada ayahnya (Foto: Nanang for jatimnow.com)
Situasi sesudah kejadian pembacokan anak kepada ayahnya (Foto: Nanang for jatimnow.com)

jatimnow.com - Meminta sertifikat tanah tidak diberi, pemuda Sutikno (35) di Lingkungan Jambuan, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari Jember, tega membacok bapaknya hingga tewas.

"Anaknya minta sertifikat tanah, sama istrinya diminta kasihkan, tapi sama bapaknya dipertahankan, karena sudah habis banyak," kata AA, tetangga korban, Sabtu (2/11/2024).

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Bapaknya bernama Sutali itu tidak memberikan sertifikat tanah, karena rencana akan dijual. Sementara Sutikno sudah sering menjual harta warisan.

"Karena sudah habis banyak anaknya. Banyak yang dijual sudah, sawah, pekarangan dan ini minta lagi," sebutnya.

Menurutnya, sebelum terjadi pembacokan sempat terjadi cekcok mulut antara bapak dan anak. Mendengar itu, lalu ia menuju ke rumah korban.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

"Kejadian pukul 19.00 WIB, yang dibacok itu setelah turun dari masjid usai salat Isya, pulang dari masjid anaknya datang. Sempat cekcok, dibacok pakai pisau panjang," jelasnya.

"Dia (terduga pelaku) anak tunggal, dan sudah berkeluarga hingga punya anak dua," sambungnya.

Sepengetahuan AA, terduga pelaku tinggal di Kelurahan Tegal Gede, Kelurahan Sumbersari. Ia tega menghabisi bapaknya dengan sebagai pisau besar dan melukai bagian perut.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bapaknya yang berprofesi petani itu tewas dan dibawa langsung ke RSD dr Soebandi Jember untuk diautopsi.

"Kalau anaknya sudah dibawa polisi langsung," ujarnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.