Jumat, 19 Jun 2026 10:16 WIB

Demo Kepsek, Siswa SMKN 1 Surabaya Keluhkan Pungutan Lokasi Parkir

Aksi demonstrasi siswa SMKN 1 Surabaya
Aksi demonstrasi siswa SMKN 1 Surabaya

jatimnow.com - Setelah kasus kekerasan, kali ini giliran siswa SMKN 1 Surabaya menggelar aksi demonstrasi menuntut pergantian Kepala Sekolahnya.

Dalam aksinya para siswa membeberkan beberapa keluhan, satu diantaranya adalah adanya pungutan di luar SPP yang menurut mereka memberatkan.

Salah satu siswa mengatakan, aksi yang dilakukan usai ujian tersebut berawal dari kekecewaannya kepada Kepala Sekolah yang telah melakukan tindak kekerasan terhadap tiga temannya pada Rabu (27/9/2018) kemarin.

Selain itu juga banyak keluhan dari siswa yang beranggapan biaya yang diminta diluar SPP sangat tidak transparan dan tidak ada bukti kejelasannya. Dan juga pembekuan soal ekstrakulikuler yang mengahmbat para siswa untuk berkarya.

"Setiap awal tahun ajaran, sekolah meminta untuk membayar mulai dari Rp 600 ribu untuk pembangunan parkir, atap lapangan indoor Rp 150 ribu, dan Dies Natalies sebesar Rp 150 ribu," ucap salah satu siswa kepada jatimnow.com

Momentum terjadinya perlakuan tindak kekerasan oleh kepala sekolah itu, membuat para siswa bergerak  menyuarakan apa yang selama ini dikeluhkan namun tak berani menyuarakannya.

"Memang sudah dipertimbangkan sama teman-teman, akibat kejadian kemarin, teman-man minta tolong ke saya bagaimana caranya aspirasi siswa besok bisa didengar. Siswa meminta untuk mundur sama seperti yang dibicarakan oleh orang tua temen saya yang kemarin ditampar sama pak Bahrun," keluhnya.

Sementara itu Wakasek Kesiswaan SMKN 1 Surabaya Asslamet mengatakan, sudah mencabut adanya pungutan untuk pengadaan lahan parkir yang dirasa sangat memberatkan para siswanya. Nantinya untuk siswa yang sudah membayar biaya tarikan ini uangnya tidak dikembalikan, melainkan dimasukkan sebagai pengganti biaya SPP

"Memang tidak ada edaran pungutan untuk pengadaan lahan parkir makanya sudah kami batalkan, yang demo inikan yang belum paham kalau kami sudah membatalkannya. Kalau masalah kenapa tidak ada edaran itu kepala sekolah yang tahu," ungkapnya.

Ia mengatakan, semua permasalahan sudah dibicarakan dengan komite dan orang tua. Dan jika ada yang keberatan dipersilahkan untuk meminta keringanan.

"Silahkan datang ke sekolah, mintanya seperti apa. Apa mau diangsur apa mau dibebaskan, semua ada solusi semua itu. Kan tidak ditekankan namanya sumbangan. Besok senin disampaikan pada saat upacara oleh Kepsek atau perwakilan, agar semua aspirasi dari siswa bisa terjawab," tandasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.