Kamis, 18 Jun 2026 08:28 WIB

AJI dan PWI Bojonegoro Unjuk Rasa, Protes Tindakan Pejabat Usir Wartawan saat Liputan

Unjuk rasa wartawan di Bojonegoro. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Unjuk rasa wartawan di Bojonegoro. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com – Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Bojonegoro, Senin (28/10/2024). 

Aksi ini digelar lantaran sebelumnya Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Bojonegoro, Triguno Sudjono Prio, mengusir wartawan saat mereka melakukan kerja jurnalistik. Tindakan tersebut dinilai mencederai kemerdekaan pers. 

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Kejadian tersebut terjadi setelah lima wartawan mencoba mengonfirmasi keberadaan Pj Bupati Bojonegoro, Adriyanto, yang diduga sedang berada di luar negeri. Sayangnya, baik Triguno maupun Adriyanto tidak memberikan tanggapan.

"Kami mengutuk tindakan pejabat publik yang merusak kebebasan dan kemerdekaan pers dengan tidak transparan terhadap publik," ujar M Sueb Ketua AJI Bojonegoro. 

Dalam orasinya, Yana Dwi menambahkan bahwa tindakan emosional pejabat menunjukkan ketidakdewasaan dalam berpikir. Ia mengingatkan bahwa UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 mengatur perlindungan terhadap kerja jurnalistik.

Baca Juga: Kader NasDem Jatim Meradang, Sebut Sampul Majalah Tempo Tendensius!

"Pasal 18 menegaskan bahwa siapa pun yang menghalang-halangi kerja jurnalistik bisa terancam pidana," tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Bojonegoro, M Yazid juga menekankan pentingnya evaluasi bagi pejabat yang menolak untuk memberikan informasi publik. 

"Ketidakterbukaan pemerintah harus menjadi perhatian serius," ujarnya.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

Sayangnya, tidak ada pejabat dari Pemkab Bojonegoro yang menemui para demonstran selama aksi berlangsung. Setelah menyampaikan tuntutan melalui selebaran dan orasi, massa akhirnya membubarkan diri dengan aman, sementara aksi dijaga ketat oleh aparat kepolisian di depan pintu gerbang kantor Pemkab.

Aksi ini mencerminkan semangat para jurnalis dalam memperjuangkan kebebasan pers dan transparansi informasi di era modern ini. Wartawan Bojonegoro bertekad untuk terus memperjuangkan hak mereka dalam menjalankan tugas jurnalistik tanpa hambatan.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.