Selasa, 16 Jun 2026 15:01 WIB

Debat Pilkada Jember: Ini Penjelasan Fawait dan Hendy soal Gumuk

  • Penulis : Sugianto
  • | Minggu, 27 Okt 2024 08:50 WIB
Dua pasangan calon saat tampil dalam Debat Pilkada Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Dua pasangan calon saat tampil dalam Debat Pilkada Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kabupaten Jember pernah mendapat julukan Kota Seribu Gumuk. Namun jumlah Gumuk yang ada kini menurun terdampak penambangan liar. Ini menjadi salah satu pertanyaan di Debat Pilkada Jember, Sabtu (26/10/2024) malam.

Para calon bupati (Cabup), Hendy Siswanto dan Muhammad Fawait memaparkan penjelasannya terkait gumuk di Jember dan dampak ekonominya.

Baca Juga: Transformasi Pelayanan, RSD dr. Soebandi Jember Catat Lonjakan Kinerja

Gus Fawait menyampaikan, adanya gumuk seharusnya berdampak ekonomi dan sejahtera kepada masyarakat sekitar gumuk.

"Ada ratusan tambang gumuk dan ada 7 tambang gumuk resmi. Penambang harus dikawal perizinannya dan pemerintah harus hadir membantu," katanya, Sabtu (26/10/2024)

"Saya berpengalaman sebagai anggota DPRD Jatim. Seharusnya penambang memiliki izin yang harus mereka patuhi, berdayakan masyarakat sekitar, berdampak pada PAD, bisa dipakai pengentasan kemiskinan dan hingga pendapatan," kata politisi Gerindra ini.

Dilanjutkan, selama ini penambangan galian C kurang dimaksimalkan. Ini juga berakibat kepada kemiskinan, AKI, AKB di Jember tertinggi di Jawa Timur. Dari hasil tambang, menurut Fawait, bila diurusi sebetulnya bisa berdampak kesejahteraan dan kemiskinan bisa digenjot.

"Kalau bapak pesimis dan saya sangat optimis. Sebagai kader Bapak Prabowo, ketika perizinan bisa dikawal dengan baik, maka pemprov akan mudah memberi izin," tegas Gus Fawait.

Baca Juga: Refleksi Setahun, Muhammad Fawait: 2026 Tahun Pembuktian Percepatan Pembangunan

Sementara itu, Hendy mengatakan tidak mudah mengurus perizinan tambang galian C. Mengingat banyak gumuk-gumuk yang ada di Jember milik pribadi.

Pemerintah harus bisa memberdayakan para penambang dan itu bukan hanya terjadi di Jember, di kota lain juga sama.

"Pajak galian C tetap kita ambil, tapi bagaimana mereklamasi gumuk tadi, jangan sampai longsor dan membahayakan, tetap harus ada tanaman untuk lingkungan yang lain," jelasnya.

Kalau tentang izin, tentu harus diatur kembali, masalahnya gumuk itu beriringan dengan pembangunan.

Baca Juga: Setahun Pimpin Jember, Muhammad Fawait Fokus Perkuat Pelayanan Dasar

"Contoh, mereka ekplorasi gumuk sendiri dan disitu bagian kapital masing-masing yang dimiliki masyarajat dan regulasi harus dipermudah," ungkapnya.

Gumuk setalah digali, harus ada peremajaan, seperti ada penanaman pohon atau penghijauan didahulukan dan sebagainya.

"Kalau di Jember hanya baru Gunung Sadeng yang resmi dalam jumlah besar, sedangkan yang kecil-kecil masih bertahap dibenahi, karena ini bagian mendasar ekonomi masyarakat," bebernya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.