Rabu, 22 Jul 2026 08:38 WIB

Refleksi Setahun, Muhammad Fawait: 2026 Tahun Pembuktian Percepatan Pembangunan

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 21 Feb 2026 15:56 WIB
Foto: Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Diskominfo/jatimnow.com)
Foto: Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Diskominfo/jatimnow.com)

jatimnow.com-Memasuki satu tahun masa kepemimpinannya, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan 2026 menjadi tahun pembuktian percepatan pembangunan setelah 2025 difokuskan pada pembenahan pelayanan dasar dan konsolidasi birokrasi.

Dalam refleksi setahun kepemimpinan yang digelar Jumat (20/2/2026), Gus Fawait menyatakan dinamika politik selama setahun terakhir tidak boleh mengganggu pelayanan publik.

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

“Dinamika itu biasa dalam demokrasi. Yang tidak boleh terganggu adalah pelayanan kepada rakyat,” ujarnya.

Sejak awal menjabat, Gus Fawait mengaku memilih fokus bekerja ketimbang merespons polemik politik. Menurutnya, kepala daerah memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas birokrasi dan kesinambungan pelayanan kepada masyarakat.

Tahun 2025 disebut sebagai fase adaptasi dan konsolidasi. Pada masa transisi, tidak dilakukan perombakan besar-besaran di jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Seluruh kepala OPD diberi kesempatan menunjukkan kinerja. Namun memasuki 2026, ia menegaskan fase pembuktian telah dimulai.

“Kalau 2025 adalah pemanasan, maka 2026 adalah tahun pembuktian. Kita harus berlari, bukan lagi berjalan,” tegasnya.

Ke depan, arah kebijakan difokuskan pada percepatan investasi, penyempurnaan regulasi tata ruang, serta penguatan Mall Pelayanan Publik di sejumlah wilayah.

Salah satu langkah strategis yang disorot adalah rencana aktivasi kembali Bandara Jember untuk meningkatkan konektivitas daerah dan menarik investor. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan mengurangi angka kemiskinan.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

Gus Fawait juga menekankan pentingnya sinergi dengan DPRD serta seluruh elemen politik di daerah. Perbedaan pandangan dinilai sebagai bagian dari fungsi kontrol dalam demokrasi.

“Perbedaan itu wajar, tapi tujuan kita sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menutup refleksi, Gus Fawait menyampaikan pesan personal tentang komitmennya membangun daerah kelahiran.

“Saya ini anak desa. Saya meninggalkan banyak hal untuk mengabdi di tanah kelahiran. Amanah ini harus dijaga dengan kerja nyata,” pungkasnya.

Baca Juga: Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat

Momentum satu tahun kepemimpinan ini menjadi penanda dimulainya fase percepatan pembangunan Kabupaten Jember menuju kemandirian fiskal dan daya saing yang lebih kuat.

 

 

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.