Kamis, 11 Jun 2026 11:59 WIB

Kakek Presiden RI Prabowo Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Sygma saat memaparkan hasil kajian pengusulan kakek Prabowo jadi Pahlawan Nasional (Ni'am/jatimnow.com)
Sygma saat memaparkan hasil kajian pengusulan kakek Prabowo jadi Pahlawan Nasional (Ni'am/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sygma Research and Consulting menilai R.M Margono Djojohadikoesoemo yang juga kakek dari Presiden RI Prabowo Subianto, layak memperoleh gelar pahlawan nasional.

"Jatim ingin menjadi inisiator agar R.M Margono Djojohadikoesoemo dapat meraih kehormatannya, saya berpikir beliau sangat berhak untuk itu," kata Komisaris Sygma Research and Consulting, Yuristiarso Hidayat, saat FGD Kajian Historis Usulan Gelar Pahlawan Nasional di Aula PWI Jawa Timur, Surabaya, Jumat (25/10/2024).

Baca Juga: Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Usulan ini telah dilakukan kajian secara mendalam bersama akademisi serta praktisi melalui roadshow di sejumlah kota.

"Apalagi usulan ini telah mendapatkan dukungan dari Pemkab Banyumas sebagai syarat mendapat gelar Pahlawan Nasional berbekal berbagai dokumen penting dengan melibatkan peneliti, sejarawan, dan berbagai pihak penyusun kajian," katanya.

Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo atau R.M Margono Djojohadikoesoemo lahir pada 16 Mei 1894. Ia adalah putera keenam seorang begawan ekonomi Indonesia, Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo. 

Baca Juga: Sapi Gemoy Hewan Kurban Presiden Prabowo di Tulungagung Bernama Fajar

Keluarganya tercatat sebagai pejuang. Kedua kakak Prof Soemitro, gugur dalam peristiwa Pertempuran Lengkong, yaitu Kapten Anumerta Soebianto Djojohadikoesoemo dan Taruna Soejono Djojohadikoesoemo. 

Nama mereka, kemudian diabadikan dalam nama cucu-cucunya, mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad yang kini menjabat sebagai Presiden RI, Prabowo Subianto serta adiknya, Hashim Sujono.

Baca Juga: Inilah Bagong, Sapi Kurban Presiden Prabowo di Probolinggo

"Cucu adalah bentuk dari keberhasilan seorang eyang," terang Prof Drs Ec Abdul Mongid.

Lanjutnya, ayah Margono, adalah priyayi yang menjadi pegawai pemerintah kolonial Belanda. Cucu buyut Raden Tumenggung Banyakwide atau dikenal sebagai Panglima Banyakwide, pengikut setia Pangeran Diponegoro.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.