Sabtu, 20 Jun 2026 19:58 WIB

TPA Pakusari Jember Terima 197 Ton Sampah Per Hari, Jumlahnya Terus Naik

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 24 Okt 2024 20:25 WIB
Tumpukan Sampah di TPA Pakusari menggunung (Foto: Rusdi/jatimnow.com)
Tumpukan Sampah di TPA Pakusari menggunung (Foto: Rusdi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari Jember menerima 197 ton sampah per harinya. Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat.

Sebelumnya, Koordinator Pengelolaan Sampah di TPA Pakusari Jember, RM Masbut mengatakan, di tahun 2023 jumlah sampah masuk sekitar 180 ton per hari. Peningkatan mencapai 17 ton.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Kalau tahun 2023 kemarin hanya 180 ton, sekarang sudah sampai 197 ton perhari yang masuk ke TPA," katanya, Kamis (24/10/2024). 

Dari itu, solusi menjadi tantangan ke depan, agar permasalah bisa dicarikan jalan keluar, karena ia ingin memperpanjang umur TPA. 

"Karena untuk mencari TPA kini sudah sangat sulit, apalagi pindah ke tempat lain sangat sulit, karena hampir semua masyarakat menolak, kalau membangun TPA baru," akunya. 

Dengan setiap tahun meningkat, Masbut menyatakan perlu adanya regulasi baru pengelolaan sampah sampai di hulu. Sedangkan yang dibuang di TPA itu sampah yang tidak bisa didaur ulang. 

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

"Karena kenyataannya saat ini sampah semua jenis masuk ke TPA, sampah paling banyak dari rumah tangga, dari 17 kecamatan yang ada hampir 80 persen sampah kesini," sebutnya.

"Mestinya di rumah tangga ada pemilahan, pengulangan atau dibentuk bank sampah untuk ditampung. Sehingga sampah yang dibuang ke TPA semakin menurun," imbuhnya. 

Masbut berharap, mudah-mudahan dengan adanya Perda Nomor 2 tahun 2023 tentang pengelolaan sampah, sampah semakin menurun dan umur TPA bisa diperpanjang. 

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Kita tahun 2025 sampah disini hanya di bawah 100 ton yang masuk perhari, sehingga umur TPA panjang. Bahkan program kementerian LH (Lingkungan Hidup) kemarin, tahun 2030 Indonesia tidak akan membangun TPA lagi," ungkapnya. 

"Jadi bagaimana sampah itu selesai dihulu, TPA hanya tempat proses akhir. Jadi agar sampah berdaya kembali dihulu," pungkasnya. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.