Selasa, 16 Jun 2026 11:31 WIB

Seragam Pemkab Tulungagung Dipakai Kampanye Paslon Pilkada, Ini Kata Pj Bupati

Paslon Pilkada pakai Lurik Bhumi Ngrowo. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Paslon Pilkada pakai Lurik Bhumi Ngrowo. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seragam khas Pemerintah Kabupaten Tulungagung, menjadi outfit salah satu pasangan calon di Pilkada 2024. Tak hanya terpampang dalam poster dan baliho kampanye, foto Budi Setijahadi dan Susilowati mengenakan Lurik Bhumi Ngrowo itu juga akan dicetak dalam surat suara.

Untuk diketahui, Batik Lurik Bhumi Ngrowo telah ditetapkan sebagai salah satu seragam ASN di Pemkab Tulungagung melalui Perbup. Batik ini mulai dikenalkan saat gelaran East Java Fashion Harmony VI 2024 di Pantai Midodaren, Sabtu (22/6/2024). Saat itu, Pj Bupati Heru Suseno dan Forkopimda Tulungagung kompak mengenakan pakaian itu.

Baca Juga: Khofifah Bahas Efisiensi Anggaran hingga SR pada Sertijab Bupati Tulungagung

Menanggapi hal ini, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno mengaku tidak mempermasalahkan penggunaan batik tersebut oleh salah satu paslon Pilkada. Menurutnya, hal itu merupakan hak semua warga Tulungagung untuk ikut mengenakannya.

Kendati telah ditetapkan sebagai salah satu seragam ASN, Heru memastikan tidak ada larangan bagi paslon Pilkada untuk memakainya.

Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno saat mengenakan Batik Lurik Bhumi Ngrowo. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno saat mengenakan Batik Lurik Bhumi Ngrowo. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

"Siapa pun yang pakai (Batik Lurik Bhumi Ngrowo) tidak kami persoalkan. Karena itu untuk umum, untuk masyarakat,” ujarnya, Selasa (22/10/2024).

Baca Juga: Gugatan Paslon 03 Dismissal, Pasangan Gabah Menangkan Pilbup Tulungagung

Sesuai aturan dalam Perbup, ASN mengenakan seragam ini setiap Kamis minggu pertama di tiap bulannya.

Heru pun menjelaskan alasan Batik Lurik Bhumi Ngrowo menjadi seragam ASN Pemkab Tulungagung, karena sebelumnya wilayah ini disebut Kabupaten Ngrowo. Hal ini dikarenakan banyak daerah rawa-rawa.  

“Kalau ASN yang makai harus ada perbupnya. Kalau masyarakat tidak ada Perbup. Boleh makai setiap hari,” tuturnya.

Baca Juga: MK Tolak Gugatan Paslon 01, Sugiri Sancoko-Lisdyarita Menangkan Pilbup Ponorogo

Heru juga menepis adanya upaya framing ASN berpihak dengan salah satu Paslon yang mengenakan batik ini. Termasuk tidak ada polemik soal tersebut di kalangan ASN Pemkab Tulungagung. Menurutnya penggunaan batik ini sah digunakan oleh siapapun termasuk di tahun politik.

“Nggak ada berpihak. Teman media juga boleh mengenakan batik itu,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.