Senin, 22 Jun 2026 21:34 WIB

Santri Alumni PP Sunan Drajat Lamongan Laporkan Akun Penghina Kiai Ghofur

Santri alumni PP Sunan Drajat Lamongan saat dimintai keterangan di Unit IV Satreskrim Polres Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Santri alumni PP Sunan Drajat Lamongan saat dimintai keterangan di Unit IV Satreskrim Polres Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Penyebar narasi ujaran kebencian dan penghinaan kepada Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan Kiai Abdul Ghofur di media sosial TikTok dilaporkan ke pihak kepolisian.

Gabungan santri alumni PP Sunan Drajat yang berasal dari Lamongan, Bojonegoro dan Gresik itu resmi melayangkan laporan dugaan tindak pidana umum pencemaran nama baik dan Undang-undang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE).

Baca Juga: Polres Lamongan Ultimatum Pesilat Jelang Suro

Dari postingan yang beredar, akun yang dilaporkan yakni @bagonggugat820 menghina Kiai Ghofur dengan kalimat yang kasar seperti "dukun politik berkedok kiai" juga "pengasuh pondok pesantren pilkada".

Narasi tersebut melukai para alumni hingga mereka bergerak sukarela berkumpul dan menempuh jalur hukum ke Polres Lamongan.

Sebanyak 8 orang alumni PP Sunan Drajat mendatangi Polres Lamongan, dimana 2 diantaranya diperiksa di Unit Tipiter, Satreskrim, Polres Lamongan.

"Dukun politik berkedok kiai, ngaku NU tapi dukung calon Muhammadiyah," tulis akun @bagonggugat820 menayangkan postingan video dukungan Kiai Ghofur ke Paslon Yes-Dirham.

Baca Juga: Bising dan Bikin Resah, 21 Motor Berknalpot Brong Terjaring Patroli di Babat Lamongan

Perwakilan alumni PP Sunan Drajat, Fahmi Fikri mengungkapkan bila akun tersebut segaja menyebar fitnah, ujaran kebencian dan mencemarkan nama baik Kiai Ghofur.

"Kami melaporkan akun penyebar kebencian tersebut ke Polres Lamongan, narasi yang di posting akun tik tok @bagonggugat820 beruntun dari tanggal 6 sampai 18 oktober kemarin," ungkap Fahmi Fikri, Senin (21/10/2024).

Para alumni ini membawa bukti tangkapan layar 12 postingan akun @bagonggugat820 yang bermuatan kebencian dan fitnah terhadap Kiai Ghofur.

Baca Juga: Dalam Tiga Bulan, Polres Lamongan Ciduk 40 Pengedar Narkotika

"Dari postingan tersebut mengesankan bahwa Kiai Ghofur tidak lagi menjadi kiyai tapi dukun politik, dari itu banyak memicu kemarahan dan desakan dari alumni untuk melaporkan polisi," bebernya.

Ditelusuri akun penghina Kiai Ghofur tersebut sudah hilang, namun pihak alumni bersih kukuh untuk mengusut tuntas perkara ini.

"Kami berharap pemilik akun tersebut ditemukan dan diproses secara hukum karena memang unggahan tersebut mengarah ke pelecehan," katanya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.