Rabu, 17 Jun 2026 22:17 WIB

Lindungi Pekerja Migran asal Jember, Gus Fawait Siap Tuntaskan Perda PMI

  • Penulis :
  • | Senin, 21 Okt 2024 15:38 WIB
Gus Fawait saat berdialog dengan para mantan buruh migran asal Jember. (Foto: Khus for jatimnow.com)
Gus Fawait saat berdialog dengan para mantan buruh migran asal Jember. (Foto: Khus for jatimnow.com)

jatimnow.com - Minimnya perlindungan terhadap buruh migran asal Jember membuat bakal calon bupati Muhammad Fawait prihatin. Untuk itu ia berjanji akan menuntaskan peraturan daerah terkait pekerja migran Indonesi (PMI) ini.

"Jawa Timur sudah ada, nasional undang-undangnya sudah ada. Kabupaten-kabupaten lain sudah ada, di Jember justru ada keterlambatan. Saya pikir tidak boleh lagi kita telat membahas Perda, karena itu menyangkut hajat hidup PMI sebagai pahlawan devisa kita," kata Gus Fawait, Senin (21/10/2024).

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Pemerintah kabupaten harusnya melakukan langkah proaktif untuk memastikan keamanan dari para Jember yang bekerja di luar negeri.

Hal ini diungkapkan Gus Fawait dalam acara Dialog Pilkada 2024 yang diselenggarakan Migran Care Jember, Minggu (20/10/2024) kemarin.

Selain masalah keamanan, Gus Fawait juga memaparkan program-program untuk para buruh migran asal Jember. Diantaranya dengan menyediakan akses kredit di bank milik pemerintah seperti Bank Jatim dan BPR Jatim.

“Baik Bank Jatim maupun BPR Jatim wajib memberikan akses kredit kepada purna-purna PMI yang sudah pulang. Sehingga mereka bisa membuat usaha di daerah tempat tinggalnya,” ucap Gus Fawait.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

Diakuinya, tak jarang pekerja migran berasal dari keluarga prasejahtera dan minimnya edukasi soal ketenagakerjaan.

Dengan adanya kemudahan akses kredit dari perbankan, diharapkan sepulang dari luar negeri, PMI di Jember bisa membuka lapangan pekerjaan baru dengan memberdayakan potensi sumber daya di sekitarnya. Ini juga dapat menekan angka pengangguran dan kemiskinan sampai di tingkat desa.

Sementara, Koordinator Migrant Care wilayah Jember, Bambang Teguh Kriyanto, menyebut dialog penyampaian visi misi calon bupati bersama para purna-PMI sangat strategis.

Baca Juga: Bupati Jember Serahkan Puluhan Kendaraan Penunjang Koperasi Merah Putih

Dengan masih banyaknya kasus PMI yang menjadi korban pelanggaran HAM, Migrant Care mendesak adanya komitmen perlindungan nyata dan konkret. Adanya testimoni dari mantan pekerja migran diharapkan bisa tersampaikan langsung kepada kedua kandidat calon kepala daerah.

“Yang terpenting memastikan perlindungan pekerja migran bisa terwujud di Kabupaten Jember,” pungkas Teguh.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.