Senin, 22 Jun 2026 22:24 WIB

Luluk Tanya ke Khofifah di Debat Pilgub Jatim 2024: Bu, Madura Masih Jawa Timur Nggak?

Khofifah saat debat perdana Pilgub Jatim 2024. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Khofifah saat debat perdana Pilgub Jatim 2024. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Debat perdana Pilgub Jatim 2024, pada Jumat (18/10/2024) menyisakan poin-poin menarik untuk dibahas. Salah satunya pertanyaan calon gubernur nomor urut 1 Luluk Nur Hamidah untuk Khofifah Indar Parawansa soal posisi Madura.

Luluk yang berkali-kali ke Madura mengaku pernah mendapatkan pertanyaan dari warga soal status mereka. Apakah Madura masih menjadi bagian Jawa Timur.

Baca Juga: Khofifah Dorong KUPS Naik Kelas melalui Hilirisasi dan Agroforestri Kopi

Luluk kemudian bertanya apa langkah Khofifah yang pernah menjabat sebelumnya, untuk mensejahterakan masyarakat Madura.

“Saya berkali-kali ke Madura dan kemudian mereka bilang, Bu, Madura ini masih bagian dari Jawa Timur nggak? Karena mereka merasa dikiwo, kemudian merasa termarjinalkan, apa langkah langkah yang akan ibu lakukan untuk bisa meningkatkan posisi status kesejahteraan dan juga ekonomi bagi masyarakat Madura?,” tanya Luluk.

Calon nomor urut 2 itu pun memberikan jawabannya. Dia mengklaim sudah melakukan banyak hal untuk memuliakan warga di Pulau Garam. Di antaranya membangun pelabuhan-pelabuhan jangkar untuk membantu konektivitas warga kepulauan.

“Kami sudah melakukan pembangunan pelabuhan jangkar untuk memuliakan masyarakat Madura kepulauan, pelabuhan jangkar ini memang di Situbondo tapi melayani wilayah-wilayah kepulauan yang ada di Madura,” jawab Khofifah.

Khofifah melanjutkan, dia bersama Emil Dardak juga telah membangun pelabuhan di Dungkek dan Gili Iyang. Termasuk merenovasi pelabuhan di Masalembu. Semuanya, menurut Khofifah untuk membangun koneksitas antar pulau tersebut.

“Kami kemudian juga bersama PLN, kami menyiapkan PLTS sudah,  jadi bukan akan, sudah kita lakukan di 22 pulau di Sumenep. Harapan kami adalah mereka terkoneksi powerplan, mereka terkoneksi hubungan lewat laut,” tambahnya.

Baca Juga: Hampir Setahun, Hibah Aspal Dari Khofifah Belum Digunakan Pemkab Tulungagung

Khofifah juga menyampaikan soal layanan kesehatan. Empat tahun sekali dirinya mengirim dokter-dokter spesialis untuk memberikan layanan kesehatan.

“Kami berharap ini cara kami memuliakan masyarakat Madura dan cara kami membangun keberdayaan mereka termasuk pada saat musim kemarau seperti sekarang. Dulu ketika kami aktif bersama mas Emil kami harus kontak dengan KSAL kami meminjam KRI untuk memberikan bantuan air bersih yang ada di kepulauan,” tandas Khofifah.

Tak puas dengan jawaban Khofifah, Luluk menyebut Khofifah belum mampu menjadikan Jembatan Suramadu sebagai jembatan ekonomi.

Luluk juga mempertanyakan, kenapa pemerintah tidak mendukung potensi garam di Pulau Madura yang besar. Yang terjadi, justru negara impor besar-besaran.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

“Kalau bagi saya, akhirnya dengan penjelasan Ibu Khofifah itu Jembatan Suramadu masih sebatas jembatan rakyat tapi belum menjadi jembatan ekonomi, penting untuk memastikan bahwa hilirisasi, pertanian peternakan lalu juga perikanan itu bisa didongkrak dan bisa didorong di Pulau Madura,” tanggapan Luluk.

“Disana memiliki garam kenapa kita tidak dukung, ekosistme pergaraman yang membuat garam di Madura memiliki kandungan NaCl 97 sehingga bisa diserap industri dan kita tidak perlu impor lagi garap tahunan kita ini impor garap, triliunan sementara garam itu ada di depan mata kita itu cara kita menolong Madura mengungkit kesehjateraan Madura dan cara kita mencintai Madura,” tambahnya.

Di sektor pertanian, Madura juga memiliki potensi jagung. Luluk yakin jika ini dikembangkan, Madura akan menjadi sumber pangan terdepan di Indonesia.

“Yang kedua ada ekosistem tentang pertanian, disana dulu adalah tempatnya jagung tapi kita impor jagung juga triliunan andaikan kita mendukung ekosistem disana maka Madura akan menjadi sumber pangan terdepan di Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.